Brokoli (Brassica oleracea var. Italica) mengandung flavonoid dan fenol tingkat tinggi, yang merupakan antioksidan alami yang kuat. Senyawa-senyawa ini dapat berfungsi sebagai hepatoprotektor, mencegah kerusakan hati yang disebabkan oleh dosis obat yang toksik. Deksametason, bila diberikan dalam dosis tinggi, dapat menyebabkan cedera hati. Aktivitas enzim hati seperti SGOT dan katalase dapat bertindak sebagai biomarker untuk kerusakan hati. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek hepatoprotektif ekstrak brokoli dengan menganalisis aktivitas enzim hati pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang terpapar deksametason dosis tinggi. Penelitian ini mengikuti Desain Eksperimental dengan kelompok kontrol pasca-uji saja. Sebanyak 30 tikus Wistar jantan yang sehat, berusia 9-12 minggu dan berat 150-200g, secara acak dimasukkan ke dalam tiga kelompok. Kelompok kontrol negatif tidak menerima pengobatan, sedangkan kelompok kontrol positif diberi deksametason dari hari ke-15 hingga hari ke-24. Kelompok perlakuan menerima ekstrak brokoli dari hari ke-8 hingga hari ke-14, diikuti oleh deksametason dari hari ke-15 hingga hari ke-24. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ekstrak brokoli memengaruhi kadar SGOT pada tikus yang diobati dengan deksametason dosis tinggi. Namun, tidak ada efek signifikan ekstrak brokoli terhadap kadar katalase pada tikus yang diinduksi deksametason.
Copyrights © 2026