Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain critical indicators in evaluating maternal and neonatal health status. The implementation of Continuity of Care (CoC) through Comprehensive Midwifery Care plays an essential role in preventing complications and improving the quality of services. This case study aims to describe the implementation of Comprehensive Care for Mrs. R, 37 years old, G3P2A0, who received continuous care at Suruh Public Health Center, covering pregnancy prenatal yoga and counter pressure were performed, childbirth, the postpartum period, newborn care, as well as family planning counseling and services. The care approach was carried out in accordance with midwifery practice standards, encompassing integrated antenatal monitoring, safe childbirth management, postpartum evaluation, monitoring of neonatal adaptation, and the provision of education and family planning counseling. The results indicate that continuity of care enables early detection of risk factors, prevents complications, and enhances the mother’s utilization of health services. The baby was born in good condition with normal physiological adaptation, and the mother completed the postpartum period without complications. This study highlights that the application of CoC within Comprehensive Care contributes significantly to preventing maternal and neonatal morbidity and supports efforts to reduce MMR and IMR at the primary healthcare level. Abstrak Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi masih menjadi indikator kritis dalam evaluasi derajat kesehatan maternal dan neonatal. Penerapan Continuity of Care (CoC) melalui Asuhan Komprehensif berperan penting dalam upaya pencegahan komplikasi dan peningkatan kualitas layanan. Studi kasus ini bertujuan memberikan gambaran implementasi Asuhan Komprehensif pada Ny. R, usia 37 tahun, G3P2A0, yang mendapatkan pelayanan berkesinambungan di Puskesmas Suruh mulai dari kehamilan dilakukan prenatal yoga dan couter pressure, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga konseling dan pelayanan keluarga berencana. Pendekatan asuhan dilakukan sesuai standar praktik kebidanan, mencakup pemantauan antenatal terpadu, penatalaksanaan persalinan aman, evaluasi masa nifas, pemantauan adaptasi neonatus, serta pemberian edukasi dan perencanaan KB. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan Manajemen Kebidanan 7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa kesinambungan pelayanan memungkinkan deteksi dini faktor risiko, mencegah terjadinya komplikasi, serta meningkatkan pemanfaatan layanan kesehatan oleh ibu. Bayi lahir dalam kondisi baik, adaptasi fisiologis normal, dan ibu berhasil melalui masa nifas tanpa komplikasi. Studi ini menegaskan bahwa penerapan CoC dalam Asuhan Komprehensif memberikan kontribusi signifikan terhadap pencegahan morbiditas maternal dan neonatal serta mendukung pencapaian target penurunan AKI dan AKB di tingkat layanan primer.
Copyrights © 2025