Dysmenorrhea is discomfort in the form of pain during menstruation. According to the World Health Organization (WHO) in 2021, the incidence of menstrual pain worldwide is very high, with an average of more than 62% of women in every country experiencing menstrual pain. In the United States, the percentage is around 60% and Sweden around 72%. In Indonesia, an estimated 55% of women of reproductive age experience pain during menstruation. The incidence of menstrual pain ranges from 45-95% among women of reproductive age. Although generally harmless, it is very disturbing for those who experience it. Adolescents aged 10-19 often experience lower abdominal pain, bloating, dizziness/headaches, diarrhea, constipation, and digestive disorders. Furthermore, symptoms of headache, irritability, and back pain are quite common among women with primary dysmenorrhea. The purpose of this activity is to provide counseling on complementary acupressure therapy to adolescent girls in Sesumpu Village to address dysmenorrhea. Counseling and demonstrations are conducted so that young women can understand and practice acupressure techniques when experiencing dysmenorrhea independently at home. They can also demonstrate the acupressure method, thereby reducing dysmenorrhea in adolescents. The community service will be implemented in three stages: The first stage involves selecting a group of young women in Sesumpu Village who are willing to be taught acupressure for dysmenorrhea. The second stage involves conducting a pre-test using a questionnaire to measure the young women's knowledge about dysmenorrhea and how to manage it. This will then involve counseling and training on acupressure for dysmenorrhea management. The third stage involves conducting a post-test using a questionnaire and evaluating the acupressure techniques taught to each young woman through direct practice. The post-test results showed that 13 adolescents (100%) had good knowledge after the counseling and demonstration regarding acupressure for menstrual pain. After the counseling, there was a change in the lowest score to 90 and the highest to 100, while the average score achieved was 97.69. These results indicate an increase in adolescent knowledge regarding acupressure techniques to reduce dysmenorrhea. The recommendation from this community service is to utilize adolescent integrated health posts (Posyandu) to provide counseling on how to reduce menstrual pain non-pharmacologically and to carry out health promotion activities and health counseling regularly to adolescents. Abstrak Dismenore merupakan ketidaknyamanan berupa rasa nyeri pada saat terjadi menstruasi. Menurut WHO (World Health Organization) tahun 2021 menyatakan bahwa angka kejadian nyeri menstruasi di dunia sangat besar, rata-rata lebih dari 62% perempuan disetiap negara mengalami nyeri menstruasi, dimana di Amerika angka presentasenya sekitar 60% dan Swedia sekitar 72% sementara di Indonesia angka kejadian diperkirakan 55% perempuan usia produktif yang tersiksa oleh nyeri selama menstruasi, angka kejadian nyeri menstruasi berkisar 45-95% dikalangan wanita usia produktif walaupun umumnya tidak berbahaya namun sangat mengganggu bagi wanita yang mengalaminya. Remaja pada usia 10-19 tahun sering mengalami keluhan nyeri pada abdomen bagian bawah, kembung, pusing/ sakit kepala, diare, konstipasi dan gangguan pencernaan. Selain itu juga gejala nyeri kepala, iritabilitas dan nyeri punggung bagian belakang cukup sering dikeluhkan oleh wanita dengan dismenorea primer. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan penyuluhan terapi komplementer akupresure pada Remaja putri di Kelurahan Sesumpu untuk mengatasi Dismenore. Jumlah peserta penyuluhan sebanyak 13 orang. Penyuluhan dan demonstrasi dilakukan agar remaja putri dapat memahami dan mampu mempraktekkan serta menerapkan Tehnik Akupreasure saat mengalami dismenore secara mandiri di rumah masing- masing dan dapat mendemonstrasikan ulang teknik metode akupresure, sehingga dismenore pada remaja bisa berkurang. Pengabdian masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama Pemilihan kelompok remaja putri di Kelurahan Sesumpu yang bersedia diajarkan tentang akupresur dismenore, yang diikuti oleh 13 orang remaja putri Tahap Kedua Melakukan pretest dengan kuesioner untuk mengukur pengetahuan remaja putri mengenai dismenore dan cara menangani nya, selanjutnya melakukan penyuluhan dan pelatihan akupresure untuk menangani dismenore. Setelah dilakukan pretest dengan kuesioner didapatkan hasil pengetahuan remaja nilai terendah 30 dan nilai tertinggi 70, sementara nilai rata-ratanya adalah 47,69. Hasil ini menunjukkan bahwa masih kurangnya pengetahuan remaja tentang teknik akupresur untuk mengurangi dismenore. Tahap ke Tiga Post test dengan kuesioner dan mengevaluasi dengan praktek langsung kepada masing-masing remaja mengenai teknik akupresue yang sudah diajarkan kepada remaja putri. Dari hasil post test didapatkan bahwa pengetahuan remaja setelah dilakukan penyuluhan dan demonstrasi mengenai akupresur nyeri haid memiliki pengetahuan baik sebanyak 13 orang (100%). Setelah dilakukan penyuluhan ada perubahan nilai terendah menjadi 90 dan tertingginya menjadi 100 sedangkan nilai rata-rata yang diraih yaitu 97,69, dari hasil ini menunjukan bahwa adanya peningkatan pada pengetahuan remaja mengenai teknik akupresure untuk mengurangi dismenore. Rekomendasi dari pengabdian masyarakat ini adalah memanfaatkan posyandu remaja untuk memberikan penyuluhan cara mengurangi nyeri haid secara non farmakologi serta melakukan kegiatan promosi kesehatan dan penyuluhan kesehatan secara rutin kepada remaja.
Copyrights © 2025