Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh komisaris independen, dewan direksi, komite audit, dan keberagaman gender terhadap praktik perataan laba pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2022. Sampel penelitian mencakup 411 perusahaan dengan 1.644 observasi yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis dilakukan secara kuantitatif menggunakan statistik deskriptif dan regresi logistik untuk menguji pengaruh parsial dan simultan mekanisme tata kelola terhadap kecenderungan income smoothing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komisaris independen berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perataan laba, sehingga peningkatan proporsinya berkorelasi dengan penurunan probabilitas praktik income smoothing. Sebaliknya, dewan direksi, komite audit, dan keberagaman gender tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel tata kelola juga tidak menunjukkan pengaruh terhadap perataan laba. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas corporate governance tidak semata ditentukan oleh struktur formal, tetapi oleh kualitas implementasinya. Penelitian ini menegaskan pentingnya independensi dewan sebagai mekanisme pengawasan yang relatif lebih konsisten dalam membatasi manajemen laba. Implikasi praktisnya menekankan penguatan fungsi pengawasan yang substantif, bukan sekadar kepatuhan regulatif. Keterbatasan penelitian meliputi periode observasi yang terbatas dan penggunaan proksi berbasis struktur, sehingga studi selanjutnya disarankan mengintegrasikan indikator kualitas tata kelola untuk memperkaya temuan empiris.
Copyrights © 2026