Bakteri patogen merupakan sumber penyakit menular, yang terus menjadi masalah kesehatan serius di banyak negara, terutama di negara berkembang. Antibiotik diperlukan untuk pengobatan penyakit karena mencegah perkembangan mikroorganisme berbahaya. Resistensi dapat terjadi melalui pengobatan antibiotik yang tidak rasional. Staphylococcus aureus yang resistan terhadap methicillin merupakan salah satu bakteri yang resistan (MRSA). Akibatnya, diperlukan pengganti berbasis tanaman dan molekul dengan potensi antibakteri. Bunga telang berpotensi sebagai antibakteri karena mengandung tanin, flobatin, polisakarida, saponin, triterpenoid, dan polifenol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan formulasi nanopartikel ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea L.) yang menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Stapylococcus aureus yang resistan terhadap methicillin (MRSA). Teknik sumur digunakan untuk melakukan uji antibakteri. Rata-rata ukuran partikel dalam formula 1, 2, dan 3 masing-masing adalah 42,61±1,49 nm, 47,95±1,62 nm, dan 92,91±1,02 nm. Hasil uji aktivitas antibakteri untuk formula 1, 2, dan 3 menunjukkan bahwa diameter rata-rata zona penghambatan masing-masing adalah 12,70±0,49 mm, 11,01±0,14 mm, dan 10,69±0,32 mm. Dapat disimpulkan bahwa semua sediaan nanopartikel ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea L.) menunjukkan antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus (MRSA) yang resistan terhadap methicillin.
Copyrights © 2026