Aspartam merupakan pemanis sintetis yang sering digunakan pada produk makanan dan minuman seperti minuman bersoda, minuman berenergi, kopi instan, dan pada minuman berperisa. Aspartam yang dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbbulkan perubahan pada gambaran mikroskopis organ ginjal. Salah satu bahan alam yang memiliki efek nefroprotektif adalah madu yang mengandung flavonoid, yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan tujuan untuk mengetahui efek nefroprotektof pada histopatologis organ ginjal tikus putih galur wistar yang telah diberikan madu hutan dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 75% setelah diinduksi aspartam. Perlakuan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol normal (K1), kelompok kontrol negatif (K2), kelompok pemberian aspartam dan madu hutan dengan konsentrasi 25% (K3), kelompok pemberian aspartam dan madu hutan dengan konsentrasi 50% (K4), kelompok pemberian aspartam dan madu hutan dengan konsentrasi 75% (K5). Pengamatan secara makroskopis didapatkan hasil bahwa tidak terdapat perbedaan warna ginjal, dimana pada kelompok perlakuan K1, K2, K3, K4, K5 berwarna coklat kemerahan, tekstur kenyal, dan ukuran yang berbeda-beda. Pada hasil pengamatan mikroskopis yang dianalisis menggunakan uji statistik One Way Anova dengan nilai sig. ? 0,05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna rerata pada semua perlakuan. Berdasarkan uji lanjut Post Hoc Tukey didapatkan hasil konsentrasi madu hutan 75% paling efektif dalam memberikan efek nefroprotektif yaitu pada kelompok (K5).
Copyrights © 2026