Latar Belakang Pulmonary hypertension (PH) adalah kondisi dengan tekanan tinggi pada pembuluh darah paru yang dapat muncul sebagai komplikasi penyakit jantung dan paru. Salah satu penyebab PH adalah Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD), yaitu gangguan aliran udara yang menimbulkan hipoksia dan meningkatkan tekanan arteri paru. Metode: penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada seorang pasien perempuan berusia 72 tahun dengan diagnosis PPOK di RSUD Cibinong. Pengukuran dilakukan terhadap Tricuspid Regurgitation Velocity max (TRVmax), Tricuspid Annular Plane Systolic Excursion (TAPSE), dan mean Pulmonary Artery Pressure (mPAP). Hasil: pemeriksaan ekokardiografi menunjukkan nilai TRVmax 3,4 m/s, mPAP 32 mmHg, dan TAPSE 19 mm. Ditemukan pula adanya dilatasi atrium dan ventrikel kanan, namun fungsi sistolik ventrikel kiri tetap terjaga (Ejection Fraction 70%). Berdasarkan parameter tersebut, pasien dikategorikan memiliki probabilitas tinggi (High Probability) menderita Hipertensi Pulmonal. Kesimpulan: Ekokardiografi mendeteksi hipertensi pulmonal pada pasien PPOK dengan peningkatan TRVmax dan mPAP sebagai indikator probabilitas tinggi.
Copyrights © 2025