Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH FREKUENSI PEMUTARAN TELUR ITIK PERSILANGAN MOJOSARI ALABIO (MA) DALAM INCUBATOR TERHADAP DAYA TETAS DAN BOBOT TETAS TELUR Efendi, Zul; Ramon, Erpan; Zurina, Rita; Malianti, Lezita
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v3i1.4836

Abstract

Upaya memenuhi kebutuhan protein masyarakat melalui budidaya ternak itik tidak terlepas dari kualitas bibit yang digunakan dalam sistem budidaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemutaran telur terhadap fertilitas, lama menetas, daya hidup embrio, daya tetas,  dan bobot day old ducks (DOD) itik persilangan antara Mojosari dan Alabio. Penelitian ini dilakukan  di Kota Bengkulu pada bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2021. Penelitian menggunakan 630 butir telur itik persilangan jantan Mojosari dan betina Alabio (MA) yang dengan umur indukan sama yaitu 14 bulan, rasio perbandingan jantan dan betina 1 : 6. Telur dibagi menjadi 3 perlakuan pemutaran, Perlakuan pertama (1) telur diputar 4 x sehari 210 butir diulang sebanyak 3 kali, perlakuan kedua (2) telur diputar 5 x sehari 210 butir diulang sebanyak 3 kali, perlakuan ketiga (3) telur diputar 6 x sehari 210 butir diulang sebanyak 3 kali. Candling dilakukan pada hari ke 5 dan hari ke 9 setelah telor dimasukkan kedalam inkubator. Hasil yang diperoleh adalah frekuensi pemutaran telur tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap fertilitas telur, bobot DOD, tetapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya tetas itik persilangan Mojosari dan Alabio. Sedangkan telur yang diputar sebanyak 6 kali/hari lebih cepat selesai waktu menetasnya. Kata kunci :   Frekuensi pemutaran, daya tetas, bobot tetas, itik mojosari alabio.
RELEVANSI PENERAPAN HUKUMAN MATI TERHADAP MASYARAKAT MODERN PERSPEPKTIF AL-QUR’AN Dafizki, Ashlih Muhammad; Efendi, Zul; Arsal, Arsal; Faizin, Faizin
Jurnal AL-AHKAM Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/alahkam.v15i1.7569

Abstract

Abstrak Hukuman mati merupakan salah satu bentuk hukuman yang ditujukan bagi pelaku tindak pidana, walaupun hukuman mati ini sampai sekarang masih menuai pro dan kontra ditengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu tulisan ini bertujuan pada eksplorasi 1). Bagaimana konsep hukuman mati di Indonesia; 2). Bagaimana Relevansi Penerapan Hukuman Mati Perspektif Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara membaca serta memahami literature yang berhubungan dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1). penerapan hukuman mati di Indonesia dilakukan terhadap kejahatan serius seperti makar terhadap pejabat negara, pembunuhan berencana, dan tindak pidana lainnya seperti korupsi dan narkotika; 2). Dalam al-Qu’an penerapan hukuman mati masih dilaksanakan pada kasus-kasus tertentu seperti pembunuhan, perzinaan, hirabah, bughat, dan murtad, walaupun demikian hukum hukum Islam tidak menutup kemungkinan untuk menerapkan hukuman mati dalam tindak kejahatan yang merugikan manusia lainnya, sehingga penerapan hukuman mati t dalam perspektif al-Qur’an memiliki relevansi yang sangat kuat untuk diterapkan dalam masyarakat modern, dengan tujuan untuk menjaga keadilan, menghormati HAM, dan menjaga ketertiban sosial dalam masyarakat, dengan mempertimbangkan nilai-nilai zaman modern. Kata Kunci: Relevansi, Hukuman Mati, al-Qur’an
The Dialectic of Polygamy in the Thought of Classical and Contemporary Ulama: An Analysis of the Evolution of Islamic Legal Views on the Practice of Polygamy Shafra, Shafra; Arsal, Arsal; Efendi, Zul; Rahmiati, Rahmiati; Hasiah, Hasiah
AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/alquds.v8i2.8801

Abstract

This article analyzes the dialectics of polygamy sharia among classical ulama and the contemporary era. Polygamy in the contemporary era is questioned, even rejected. Because there are currently no widows of war victims, these opinions seem to be against the polygamy verse. The text of the Qur'an in verse 3 of Surah an-Nisak shows the possibility and possibility of polygamy for capable husbands. This paper aims to conduct a Sharia analysis of polygamy in the contemporary era, an analysis of the evolution of Islamic legal views towards the practice of polygamy. This type of study takes literature research using qualitative descriptive methods. Data was collected from various journals, books and related tafsir books. Next, it is analyzed deductively. The result of the study concludes that in terms of text and context, polygamy is not prohibited, nor is it recommended. In addition, the social context of polygamy used to be related to widows of war victims. This does not limit polygamy just because of social conditions. In context, polygamy is a solution to help women, whether they are widows or not. The practice of polygamy in the contemporary era depicts pain and sadness. This shows that polygamy is carried out not based on sharia norms. If polygamy provisions are ignored, it will result in hurt and sadness.
Dampak Penerapan Pola Penggaduhan Terhadap Pengembangan Ternak Sapi Potong Di Kecamatan Padang Jaya Bengkulu Utara Efendi, Zul; Brata, Bieng; Ishak , Andi; Putranto, Heri Dwi; Barchia, M. Faiz
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.12.1.27031

Abstract

Cultivation of beef cattle in Indonesia is mostly carried out by smallholder farms. Therefore, the beef cattle assistance program from the government often involves farmer groups through a livestock raising system. This study aims to determine the impact of implementing various disturbance patterns applied by farmer groups on the development of beef cattle populations. The research was conducted from February to June 2021 in Padang Jaya District, North Bengkulu Regency. Data was collected through interviews with various informants, namely from the Agriculture Office of North Bengkulu Regency, Animal Husbandry Officers from Padang Jaya District, and Management of Farmer Groups. Reports on assistance for the livestock raising program in Padang Jaya District in the 2016-2020 period originating from the Agriculture Service became the basis for searching field information. Eight farmer groups from four recipient villages of the livestock raising program identified the patterns of disturbances and their impact on livestock population development. Secondary data related to this study were collected from BPS reports, Livestock and Animal Health Sector - North Bengkulu District Agriculture Service, and the Padang Jaya District Agricultural Extension Center. The data and information obtained are discussed descriptively. The results showed that there were four patterns of beef cattle raising applied by breeders, namely: (1) one calf deposit, (2) one calf deposit plus Rp. 300,000, (3) deposit of two children, and (4) patterns of rioting with a profit-sharing system. All of these rioting patterns increased the beef cattle population belonging to individual breeders, but only the rioting pattern with the deposit of two calves and a profit-sharing system was able to increase the population of ruminant livestock owned by farmer groups.
Peran Modal Sosial dalam Pengembangan Ternak Sapi Potong Rakyat di Bengkulu Ishak, Andi; Ramon, Erpan; Efendi, Zul; Wulandari, Wahyuni Amelia; Kusnadi, Harwi; Fauzi, Emlan; Sastro, Yudi
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 8 No. 3 (2020): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22500/8202034481

Abstract

Pengembangan peternakan sapi potong rakyat terus diupayakan pemerintah melalui berbagai program untuk mengurangi impor daging sapi dan meningkatkan pendapatan peternak. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan peran modal sosial pada tingkat kelompok tani dalam pengembangan populasi ternak sapi potong rakyat di Bengkulu. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan Desember 2020 dengan metode wawancara mendalam pada 3 kelompok tani penerima bantuan ternak sapi potong dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu. Identifikasi modal sosial (norma, kepercayaan, dan jaringan) yang mempengaruhi pengembangan populasi ternak dan peningkatan kapasitas kelompok tani dianalisis secara deskriptif menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial memiliki peran penting dalam pengembangan kapasitas kelompok mengelola bantuan ternak dari pemerintah, yaitu: (1) norma penggaduhan ternak dengan sistem bagi hasil menyebabkan peningkatan populasi ternak milik kelompok, (2) kepercayaan anggota kelompok tani dipengaruhi ikatan-ikatan sosial dalam kelompok tani dan peran ketua kelompok, (3) jaringan kerjasama yang baik dalam kelompok tani meningkatkan modal sosial dan pengembangan populasi ternak.
Pengangkatan Pemimpin Non Muslim di Era Modern Menurut Ulama: Teks dan Konteks Sabri; Arsal; Efendi, Zul
Jurnal Indragiri Penelitian Multidisiplin Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Indragiri Penelitian Multidisiplin
Publisher : Indra Institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58707/jipm.v5i1.1093

Abstract

Non-Muslim leadership in Muslim-majority societies is a complex and dynamic topic, involving debates between classical and modern scholarly perspectives. The main issue addressed in this study is the differing views on the permissibility of non-Muslims holding leadership positions in Muslim societies and the relevance of leadership criteria in Islam. This study aims to explore the views of classical and modern scholars regarding non-Muslim leadership and to analyze the leadership criteria outlined in Islamic literature. The research method used is qualitative descriptive, with a library research approach. Data were gathered from various literary sources, including books, journals, and academic articles, and were analyzed in depth.The findings show that classical scholars generally reject non-Muslim leadership based on explicit prohibitions in religious texts. In contrast, modern scholars provide a contextual interpretation, stating that such prohibitions apply only in times of conflict or hostility. In peaceful and democratic contexts, non-Muslim leadership is considered acceptable. Additionally, this study highlights Islamic leadership criteria, which include faith, piety, physical and spiritual health, honesty, competence, justice, professionalism, responsibility, and trustworthiness.The conclusion of this study is that the debate on non-Muslim leadership requires an inclusive and contextual approach, given the social-political complexities of modern societies. Meanwhile, the criteria for Islamic leadership remain relevant in ensuring that leaders possess the integrity and capability to meet the needs of society justly and effectively.
Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit (Solid) sebagai Substitusi Jagung dalam Ransum Ayam Merawang Efendi, Zul; Ramon, Erpan; A. Wulandari, Wahyuni; Sastro, Yudi; Nurhaita, Nurhaita
Buletin Peternakan Tropis Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.1.2.48-53

Abstract

Penelitian ini Penelitian dilaksanakan di kandang ternak Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bengkulu pada Bulan Agustus - Desember 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian limbah kelapa sawit (solid) fermentasi didalam pakan terhadap performan ayam Merawang pada masa pertumbuhan (2-4 bulan). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Sebagai perlakuan pertama (p1): dedak padi 40%, jagung giling 40% dan konsentrat 20%, perlakuan kedua (p2): dedak padi 40%, jagung giling 37,5%, konsentrat 20% dan solid 2,5%, perlakuan ketiga (p3): dedak padi 40%, jagung giling 35,0%, konsentrat 20% dan solid 5%, perlakuan keempat (p4): dedak padi 40%, jagung giling 32,5%, konsentrat 20% dan solid 7,5%. Ayam yang digunakan adalah ayam Merawang berumur 2 bulan sebanyak 100 ekor, setiap perlakuan terdapat sebanyak 25 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan limbah solid berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap performan ayam kampung (Merawang) pada masa pertumbuhan. Limbah kelapa sawit berupa solid fermentasi dapat digunakan dalam ransum ayam kampung (Merawang) pada periode umur 2 s/d 4 bulan sebagai pengganti jagung giling sampai 7,5% di dalam ransum tanpa mempengaruhi performan ayam Merawang. 
Faktor Penghambat Keberlanjutan Penggunaan Solid Limbah Sawit Sebagai Pakan Ternak Sapi Potong Di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu (Studi Kasus) Firison, Jhon; Ishak, Andi; Efendi, Zul; Ramon, Erpan; Afrizon, Afrizon
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.1.30-38

Abstract

Peternak pada wilayah perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Seluma telah banyak memanfaatkan potensi solid limbah sawit sebagai sumber pakan sapi potong. Kelompok Ternak Tunas Harapan, Desa Sumber Arum, Kecamatan Sukaraja, mulai menggunakan pakan solid pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2017, namun saat ini sudah banyak peternak yang tidak lagi menggunakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penghambat penggunaan solid pada Kelompok Ternak Tunas Harapan. Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2020. Pengumpulan data melalui wawancara (FGD) melibatkan empat orang informan, yaitu tiga orang pengurus kelompok tani dan penyuluh pertanian lapangan. Data yang dikumpulkan adalah hasil identifikasi faktor-faktor teknis, ekonomi, dan sosial terkait dengan pemeliharaan sapi potong. Data dianalisis dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor teknis menjadi penghambat utama penggunaan solid dengan nilai sebesar 63,7%, diikuti oleh faktor ekonomi (25,8%), dan faktor sosial (10,5%). Penurunan skala pemeliharaan ternak dari 4-5 ekor menjadi 1-2 ekor merupakan faktor teknis yang dominan menghambat keberlanjutan penggunaan solid di lapangan. 
DINAMIKA HUKUMAN RAJAM DI BEBERAPA NEGARA MUSLIM MODERN DAN RELEVANSI PENERAPAN DI INDONESIA Ilhami, Hanif A'la; Efendi, Zul
Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/almaqasid.v10i1.10857

Abstract

This research aims to examine the implementation of stoning punishment in several Muslim countries and investigate the relevance of stoning punishment for implementation in Indonesia. This study is a qualitative research with a literature review approach by collecting books, articles, and legal documents related to the implementation of stoning punishment in modern countries. The research findings indicate that stoning punishment has been legislated in the laws of Brunei Darussalam. While Malaysia and Indonesia are still engaged in academic discourse and debates, Saudi Arabia and Iran, which initially acknowledged the existence of stoning punishment in their judiciary, are slowly abandoning it. Two factors reducing the enforcement of stoning punishment are identified. First, the increasing strength of discourse opposing the death penalty and even opposing the criminalization of adultery itself as it is considered a private matter. Second, the growing dominance of Western countries over the economy of Muslim countries resulting in their limited autonomy in determining their own laws. As for stoning punishment, from various approaches, it is relevant to be implemented in Indonesia because it can resolve various state budget issues and provide a more deterrent effect. Furthermore, stoning punishment is not exclusively Islamic law but also recognized in Judaism and Christianity, making it suitable for many religions in Indonesia.
Effect of Cleaning and Storing on Hatching Time and Hatching Weight of Mojosari Alabio (MA) Crossbred Duck Eggs Ramon, Erpan; Efendi, Zul; Nurhaita, Nurhaita; Hidayat, Taufik; Permadi, Selma Noor; Firison, Jhon; Ishak, Andi
Jurnal Agripet Vol 24, No 1 (2024): Volume 24, No. 1, April 2024
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v24i1.33657

Abstract

ABSTRACT. The hatchability of duck eggs is influenced by handling before the eggs are placed in the incubator. The research was conducted in Bengkulu City from September to October 2021 to determine the effect of cleaning and storage before incubation of MA duck eggs from crossing Mojosari males and Alabio females on hatching time and hatching weight. The research was conducted using a completely randomized factorial design (4x6). The first factor is cleaning with three treatments, namely control or no cleaning (L0); cleaning using two ml/l disinfectant (L1), cleaning using warm water (L2), and cleaning with distilled water (L3). The second factor is the storage time, namely P0= 0 days, P1= 1 day, P2= 2 days, P3= 3 days, P4= 4 days, and P5= 5 days. There were eight repetitions of each treatment. According to the study, there was an average of 96% egg fertility and 87.45% hatchability. There was no interaction effect (P0.05) between cleaning and storage on egg hatching time. Cleaning with disinfectant or distilled water shortened the incubation time. Cleaning with distilled water without storage resulted in the highest hatching weight of duck eggs (L3P0) but was not significantly different from treatments L0P1, L1P0, L1P3, L1P5, L2P0, L3P0, and L3P3. Hatching weight is influenced by the interaction effect between egg cleaning and storage.Pengaruh pembersihan dan penyimpanan terhadap waktu penetasan dan berat tetas telur itik persilangan Mojosari Alabio (MA)ABSTRAK. Daya tetas telur itik dipengaruhi oleh penanganan sebelum telur dimasukkan ke inkubator. Penelitian dilakukan di Kota Bengkulu pada Bulan September sampai Bulan Oktober 2021 dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pembersihan dan penyimpanan sebelum inkubasi telur itik MA hasil persilangan jantan Mojosari dan betina Alabio terhadap waktu tetas dan bobot tetas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (4x6). Faktor pertama pembersihan dengan tiga perlakuan yaitu kontrol atau tidak ada pembersihan (L0); pembersihan menggunakan disinfektan 2 ml/l (L1), pembersihan menggunakan air hangat (L2), dan pembersihan dengan akuades (L3). Faktor kedua adalah lama penyimpanan yaitu P0= 0 hari, P1= 1 hari, P2= 2 hari, P3= 3 hari, P4= 4 hari, dan P5= 5 hari. Setiap perlakuan diulang sebanyak delapan kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fertilitas telur rata-rata 96% dengan daya tetas 87,45%. Tidak terdapat pengaruh interaksi (P0,05) antara pembersihan dan penyimpanan terhadap waktu penetasan telur, namun pembersihan dengan disinfektan atau dengan aquades mempersingkat waktu inkubasi. Pembersihan dengan akuades tanpa penyimpanan menghasilkan bobot tetas telur itik tertinggi (L3P0) namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan L0P1, L1P0, L1P3, L1P5, L2P0, L3P0, dan L3P3. Bobot tetas dipengaruhi oleh efek interaksi antara pembersihan dan penyimpanan telur.