Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia, terutama pada kelompok balita. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pencegahan stunting melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis edukasi dan pemanfaatan pangan lokal. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam memanfaatkan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai pangan fungsional untuk mendukung peningkatan status gizi balita di Desa Walatana. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi edukasi gizi, pelatihan pengolahan daun kelor menjadi bubuk dan produk pangan sederhana, serta pendampingan penerapan dalam konsumsi sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan ibu balita dan kader kesehatan setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai manfaat gizi daun kelor, kemampuan mengolah daun kelor secara mandiri, serta peningkatan kesadaran pentingnya pemenuhan gizi balita sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini juga memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra masyarakat dalam pengembangan solusi berbasis potensi lokal. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa pelatihan pemanfaatan daun kelor sebagai pangan fungsional merupakan intervensi edukatif yang efektif dan berkelanjutan dalam mendukung peningkatan status gizi balita dan pencegahan stunting di tingkat desa.
Copyrights © 2026