Latar Belakang: Penyakit akibat patogen jamur merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan produktivitas di lapangan, terutama karena patogen yang menyebar melalui tanah maupun udara dapat memicu berbagai gejala kerusakan, mulai dari layu hingga terbentuknya bercak pada jaringan tanaman. Tujuan: Mengidentifikasi jamur patogen yang menyerang tanaman vanili di Kecamatan Petang, serta menganalisis karakteristik morfologi dan persentase serangan penyakit pada dua lokasi budidaya, yaitu Desa Sulangai dan Desa Pangsan. Metode: Survei, dengan penetuan lokasi lahan tanaman vanili dilakukan dengan cara non-random sampling (purposive sampling). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode diagonal dengan pengambilan lima titik. Proses identifikasi dilakukan dengan menumbuhkan sampel terinfeksi pada media pertumbuhan PDA (Potato Dextrose Agar) sebagai media isolasi utama. Hasil: Temuan menunjjukan tiga jenis jamur patogen utama, yaitu Fusarium sp., Colletotrichum sp., dan Phytophthora sp. Desa Pangsan menunjukkan serangan lebih tinggi (Layu Fusarium 95%, Antraknosa 70%, Busuk Pucuk 30%) dibandingkan Sulangai (42,5%, 25%, dan 17,5%). Kesimpulan: Kondisi lingkungan dengan kelembapan tinggi sangat mendukung perkembangan patogen, sehingga diperlukan strategi pengendalian penyakit yang tepat dan berkelanjutan
Copyrights © 2026