AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membedah tumpang tindih konflik dalam novel Kambing dan Hujankarya Mahfud Ikhwan dengan menggunakan teori narasi Gerard Genette. Dengan mengungkap unsur-unsur dominan seperti tata, perspektif, dan penutur, ditemukan adanya tumpang tindihkonflik seperti berikut: (1) konflik percintaan Mif dan Fauzia yang merupakan pembuka dan penutupKambing dan Hujan tampak menjadi sentral cerita, (2) konflik Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyahyang mendominasi cerita bukanlah konflik utama, dan (3) cinta segitiga Pak Fauzan, Bu Yat, dan PakIskandar merupakan konflik utama yang menjadi kunci kemunculan konflik lain. Dengan menemukan adanya tumpang tindih konflik, konflik-konflik yang sepintas terlihat sebagai fokus cerita ternyata hanya merupakan bagian dari konflik utama, sehingga dapat diketahui bahwa konflik agama bisa saja muncul karena konflik pribadi para tokoh-tokoh besarnya. Hal ini disebabkan budaya patriarkhi yang mendorong Pak Fauzan dan Pak Iskandar untuk mendapatkan legitimasisebagai laki-laki dalam memperebutkan perempuan yakni Bu Yatun sebagai objek. Untuk itu, penelitian ini dapat membuka wawasan pembaca agar tidak menelan teks secara mentah denganmelihat secara sekilas apa yang tampak pada permukaan cerita.
Copyrights © 2017