Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan komunikasi organisasi dalam manajemen konflik antar perguruan pencak silat di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap pengurus IPSI dan perwakilan perguruan pencak silat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik antar perguruan dipengaruhi oleh hambatan komunikasi yang bersifat struktural, kultural, dan interpersonal. Pola komunikasi yang hierarkis dan tidak merata membatasi akses perguruan terhadap informasi dan pengambilan keputusan organisasi. Selain itu, kuatnya identitas dan loyalitas perguruan memperbesar potensi kesalahpahaman serta konflik laten. IPSI Sulawesi Selatan telah menerapkan strategi manajemen konflik melalui dialog, musyawarah, dan negosiasi, namun efektivitasnya masih terbatas karena belum didukung oleh sistem komunikasi organisasi yang terbuka dan partisipatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan komunikasi organisasi yang inklusif dan transparan menjadi prasyarat utama bagi pengelolaan konflik yang konstruktif dan berkelanjutan dalam organisasi pencak silat.
Copyrights © 2026