Penggunaan media sosial oleh aktor politik merupakan strategi krusial dalam membangun kepercayaan publik dan citra diri di era digital. Lalu Muhamad Iqbal memanfaatkan platform Instagram melalui akun @lalu.muhamadiqbal sebagai instrumen utama dalam menjalankan fungsi komunikasi politik di tingkat daerah maupun nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembentukan dan pengembangan merek pribadi (personal branding) Lalu Muhamad Iqbal dalam upaya mempermudah komunikasi politik dengan khalayak luas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif yang memfokuskan pada pemahaman mendalam terhadap fenomena aktivitas subjek di media sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi sistematis terhadap unggahan pada laman Instagram Lalu Muhamad Iqbal, yang mencakup aspek visual, narasi takarir (caption), serta pola interaksi digital, yang didukung oleh studi literatur relevan. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menjabarkan temuan lapangan yang kemudian disinkronkan dengan teori piramida personal branding yang meliputi aspek identitas, tindakan, posisi diri, dan pengelolaan merek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lalu Muhamad Iqbal berhasil mengimplementasikan empat strategi utama personal branding dengan menonjolkan citra sebagai sosok strategis yang otoritatif, memiliki kapasitas diplomatik, dan menjadi rujukan informasi kebijakan pembangunan daerah. Pembahasan mengindikasikan bahwa penggunaan bahasa yang lugas dan visualisasi pertemuan tingkat tinggi efektif dalam memposisikan dirinya sebagai "jembatan politik" antar-elit dan rakyat. Kesimpulannya, strategi personal branding yang konsisten di Instagram sukses membangun kredibilitas dan kepercayaan masyarakat, sehingga pesan-pesan komunikasi politik yang disampaikan menjadi lebih mudah diterima dan memengaruhi persepsi publik secara positif.
Copyrights © 2026