Arnawa
Vol 3 No 2 (2025): Edisi 2

Representasi Lingkungan Hidup dalam Geguritan Ĕnggung: Kajian Ekologi Sastra

Wardana, I Wayan Kasu (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Nov 2025

Abstract

This study examines how the natural environment is represented in Geguritan Ĕnggung, a traditional Balinese literary work. Geguritan Ĕnggung highlights the harmonious relationship between humans and nature. The main goal of this research is to reveal the ecological values embedded in traditional Balinese literature, which remain relevant for environmental preservation. The study uses a descriptive qualitative method with an ecocritical (literary ecology) approach. Primary data is the Geguritan Ĕnggung text, transliterated from Balinese to Latin script and translated into Indonesian. Secondary data comes from related literature. Data collection involved documentation and note-taking. Content analysis was used to identify, classify, and interpret ecological symbols in the text. Results show Geguritan Ĕnggung represents the environment through fauna and nature. Animal characters are personified as humans, while natural settings—such as rice fields, rivers, mountains, and the sea—symbolize balance and harmony. The work illustrates nature's beauty and stresses the moral value of environmental preservation. Geguritan Ĕnggung reflects Balinese society's ecological awareness and serves as a medium for instilling a love of nature through local wisdom. === Penelitian ini membahas representasi lingkungan hidup dalam Geguritan Ĕnggung, salah satu karya sastra Bali tradisional yang merefleksikan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Alasan utama penelitian ini dilakukan adalah untuk mengungkap nilai-nilai ekologis yang tersirat dalam karya sastra tradisional Bali yang hingga kini masih relevan dalam konteks pelestarian lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan ekologi sastra. Data utama berupa teks Geguritan Ĕnggung yang telah dialihaksarakan dari aksara Bali ke aksara Latin dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sedangkan data sekunder diperoleh dari kajian pustaka yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan teknik catat, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan tahapan identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi terhadap simbol-simbol ekologis dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Geguritan Ĕnggung merepresentasikan lingkungan hidup dalam dua aspek utama, yaitu aspek hewan dan aspek alam. Aspek hewan tercermin melalui tokoh-tokoh hewan yang dipersonifikasikan layaknya manusia, sedangkan aspek alam direpresentasikan melalui penggunaan latar seperti sawah, sungai, gunung, dan laut yang berfungsi sebagai simbol keseimbangan kehidupan. Dengan demikian, Geguritan Ĕnggung menjadi karya sastra yang mencerminkan kesadaran ekologis masyarakat Bali serta relevan sebagai media edukatif dalam menanamkan nilai cinta alam melalui kearifan lokal.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

arnawa

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Arnawa is an intellectual sanctuary dedicated to unraveling the intricate layers of Javanese identity through the lenses of language, literature, and culture. Nestled within the cultural heartland of Java, this journal serves as a vibrant forum for the exchange of scholarly discourse, fostering a ...