Pendidikan jasmani adaptif memiliki peran penting dalam memastikan setiap siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, mendapatkan kesempatan belajar yang setara. Namun, di beberapa sekolah dasar di wilayah Sukoharjo, penerapan pendidikan jasmani adaptif masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan pemahaman guru, kurangnya sarana prasarana, dan minimnya panduan praktis yang sesuai dengan kondisi lapangan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi praktis dan aplikatif dalam penerapan pendidikan jasmani adaptif di sekolah dasar, dengan fokus pada peningkatan kapasitas guru dan optimalisasi sumber daya yang tersedia. Metodologi yang digunakan meliputi pendekatan empiris melalui observasi langsung di SDN Laban 02 Sukoharjo, wawancara dengan guru, serta pelatihan dan pendampingan praktik pembelajaran jasmani adaptif. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari identifikasi kebutuhan, penyusunan modul pembelajaran adaptif, pelatihan guru, hingga evaluasi efektivitas penerapan di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru terkait konsep dan strategi pendidikan jasmani adaptif, serta kemampuan mereka merancang aktivitas yang sesuai dengan karakteristik siswa. Selain itu, sekolah mampu mengoptimalkan fasilitas sederhana menjadi sarana pendukung pembelajaran jasmani adaptif yang kreatif dan inklusif. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa, terutama yang memiliki keterbatasan fisik atau motorik. Kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa solusi praktis berbasis potensi lokal dapat meningkatkan efektivitas pendidikan jasmani adaptif di sekolah dasar, sekaligus memperkuat budaya pembelajaran inklusif di lingkungan sekolah
Copyrights © 2026