Indonesia memiliki penduduk berjumlah 275,7 juta jiwa pada tahun 2022. Jumlah penduduk yang terus bertambah tiap tahunnya menjadikan populasi di Indonesia semakin beragam. Penduduk yang terus bertambah menjadikan salah satu fokus dari permasalahan penduduk yaitu kepadatan penduduk. Kepadatan penduduk yang terus bertambah dapat berakibat pada wilayah dari suatu daerah menjadi sempit seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Permasalahan pada kepadatan penduduk akan berfokus kepada Provinsi Kalimantan Barat dimana kepadatan penduduk di Kalimantan Barat tahun 2022 sebesar 38 jiwa/km2. Tujuan penelitian ini untuk menentukan aspek mana saja yang mempengaruhi kepadatan penduduk di Kalimantan Barat tahun 2022. Penelitian ini memakai pendekatan metode penelitian kuantitatif yaitu dengan metode regresi linier berganda yang digunakan untuk mengetahui besaran pengaruh kepadatan penduduk, jumlah perguruan tinggi negeri dan swasta, jumlah rumah sakit dan puskesmas, dan jumlah migrasi masuk terhadap kepadatan penduduk. Data yang diperoleh menggunakan data Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. Pada penelitian ini ditemukan bahwa jumlah PTN dan PTS berpengaruh signifikan sebesar 95,13% terhadap kepadatan penduduk, sedangkan sisa 4,87% dipengaruhi oleh faktor lain. Besaran pengaruh dari jumlah PTN dan PTS dibuktikan oleh Kota Pontianak yang memiliki jumlah PTN dan PTS tertinggi, sedangkan Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Kayong Utara tidak memiliki PTN maupun PTS, sehingga mengakibatkan timpang tindihnya sebaran PTN dan PTS di Kalimantan Barat. Oleh karena itu, Pemerintah Kalimantan Barat mengkaji kebutuhan ideal jumlah PTN/PTS dan kapasitas wilayah untuk menampung populasi yang bertambah, serta memastikan bahwa pembangunan PTN/PTS tidak terkonsentrasi di satu/dua wilayah tertentu untuk mengurangi tekanan urbanisasi pada wilayah tersebut.
Copyrights © 2025