Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penerapan Algoritma K-Medoids untuk Pengelompokkan Provinsi di Indonesia Berdasarkan Status Gizi Anak Balita Nikmah, Annisatul; Nisa, Choirun; Riefky, Muhammad
Emerging Statistics and Data Science Journal Vol. 3 No. 1 (2025): Emerging Statistics and Data Science Journal
Publisher : Statistics Department, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/esds.vol3.iss.1.art7

Abstract

Masalah gizi masih menjadi tantangan besar di Indonesia, terutama dalam hal stunted, wasted, dan underweight. Perbaikan status gizi menjadi salah satu fokus utama pembangunan nasional yang tercantum dalam RPJM 2020-2024, dengan target penurunan prevalensi stunted hingga 14%. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah mengelompokkan provinsi berdasarkan status gizinya untuk mendukung pengambilan kebijakan yang lebih efektif dalam menekan prevalensi masalah gizi, terutama pada kasus stunted. Metode K-Medoids digunakan untuk melakukan pengelompokan provinsi berdasarkan indikator gizi, dengan evaluasi jumlah cluster terbaik menggunakan indeks validitas Davies-Bouldin Index (DBI). Hasil analisis menunjukkan Indonesia terbagi menjadi dua cluster utama, yakni cluster pertama terdiri dari provinsi dengan status gizi yang kurang baik sebanyak 22 provinsi, sementara cluster kedua mencakup provinsi dengan status gizi yang baik sebanyak 12 provinsi. Sehingga pemerintah Indonesia perlu mengadakan edukasi kepada ibu hamil dan keluarga dengan anak balita berupa kampanye pentingnya keseimbangan gizi melalui media massa dan penggalakan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama pada bayi lahir terutama pada provinsi dengan status gizi kurang baik. Kata Kunci: Balita, Gizi, K-Medoids, Cluster
Peningkatan Pemahaman Remaja tentang Kesehatan Reproduksi dan Pernikahan Dini sebagai Upaya Mendukung Bonus Demografi Nurmaulid , Mitha Safira; Darusasi, Restutita Darusasi; Aditya, Nanda Oktarina; Riefky, Muhammad; Kurniawati, Lucky Anggi; Nikmah, Annisatul; Nisa, Choirun; Aisy, Umniyah Rihadatul; Renggani, Puspa; Cahyoko, Fajar Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i6.2831

Abstract

Tingginya angka pernikahan dini di kalangan remaja menjadi tantangan serius dalam memaksimalkan potensi bonus demografi di Indonesia. Di Kota Surakarta, tercatat 67 dari 72 permohonan dispensasi nikah anak dikabulkan oleh Pengadilan Tinggi Agama Jawa Tengah pada tahun 2024. Salah satu upaya strategis dalam menekan angka pernikahan dini yaitu dengan mengadakan edukasi kesehatan reproduksi untuk remaja. Maka, melalui kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja terkait kesehatan reproduksi dan risiko pernikahan dini melalui edukasi di SMPN 16 Surakarta. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan, Focus Group Discussion (FGD), serta media leaflet dan poster. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah edukasi menggunakan kuesioner yang mencakup topik kesehatan reproduksi dan bahaya pernikahan dini. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa secara signifikan, dengan uji tanda (sign test) menghasilkan p-value sebesar 0,001 (p<0,05). Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait materi kesehatan reproduksi dan pernikahan dini. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan menunda usia pernikahan, serta mendukung upaya pemerintah Kota Surakarta dalam mewujudkan menjadi Kota Layak Anak Dunia tahun 2025 dan mempersiapkan generasi emas 2045.
TRENDS IN THE FACTORS CAUSING DIVORCE IN SEMARANG RAYA IN 2023: A CORRESPONDENCE ANALYSIS APPROACH Riefky, Muhammad; Azizah, Firli; Indra Jaya, Andi
Jurnal Statistika Universitas Muhammadiyah Semarang Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Statistika Universitas Muhammadiyah Semarang
Publisher : Department Statistics, Faculty Mathematics and Natural Science, UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsunimus.13.1.2025.23-34

Abstract

An ideal marriage should be the foundation for a harmonious family relationship, yet many marriages end in divorce. This study aims to identify the trend patterns of divorce causes in Semarang Raya in 2023 using correspondence analysis. The research results show that the factors causing divorce vary by region. In Semarang Raya, economic factors dominate Grobogan Regency, while forced marriage factors are more frequently found in Kendal Regency. The analysis used Euclidean distance to reinforce the findings on the relationship between the factors causing divorce in each region. These findings can be used as a basis for designing more focused divorce prevention policies in accordance with the social and economic characteristics of each region.
Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Papua Tengah Tahun 2018-2024 Nilawati, Arum; Haqi, Alma Ainul; Riefky, Muhammad
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2025 No 1 (2025): Seminar Nasional Official Statistics 2025
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2025i1.2344

Abstract

Central Papua Province is the region with the second lowest human development index in Indonesia. The low human development index in Central Papua is due to socio-economic factors. This study aims to examine socioeconomic factors on the Central Papuan human development index in 2018–2024 with panel data regression. The data obtained from the secondary data of the official publication of the BPS of Central Papua Province in 2018-2024 with the variables used including the human development index, poverty rate, open unemployment rate, per capita expenditure, and life expectancy. The results of the analysis explained that the poverty rate, open unemployment rate, and per capita expenditure affect the human development index, while the life expectancy rate has no impact on the human development index. So that the results of this research can be used as a guideline for human development policies in Central Papua.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKMERATAAN DISTRIBUSI KEPADATAN PENDUDUK DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT PADA TAHUN 2022 Riefky, Muhammad
EVOKASI: Jurnal Kajian Administrasi dan Sosial Terapan Vol. 4 No. 1 (2025): EVOKASI
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/evokasi.v4i1.1996

Abstract

Indonesia memiliki penduduk berjumlah 275,7 juta jiwa pada tahun 2022. Jumlah penduduk yang terus bertambah tiap tahunnya menjadikan populasi di Indonesia semakin beragam. Penduduk yang terus bertambah menjadikan salah satu fokus dari permasalahan penduduk yaitu kepadatan penduduk. Kepadatan penduduk yang terus bertambah dapat berakibat pada wilayah dari suatu daerah menjadi sempit seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Permasalahan pada kepadatan penduduk akan berfokus kepada Provinsi Kalimantan Barat dimana kepadatan penduduk di Kalimantan Barat tahun 2022 sebesar 38 jiwa/km2. Tujuan penelitian ini untuk menentukan aspek mana saja yang mempengaruhi kepadatan penduduk di Kalimantan Barat tahun 2022. Penelitian ini memakai pendekatan metode penelitian kuantitatif yaitu dengan metode regresi linier berganda yang digunakan untuk mengetahui besaran pengaruh kepadatan penduduk, jumlah perguruan tinggi negeri dan swasta, jumlah rumah sakit dan puskesmas, dan jumlah migrasi masuk terhadap kepadatan penduduk. Data yang diperoleh menggunakan data Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. Pada penelitian ini ditemukan bahwa jumlah PTN dan PTS berpengaruh signifikan sebesar 95,13% terhadap kepadatan penduduk, sedangkan sisa 4,87% dipengaruhi oleh faktor lain. Besaran pengaruh dari jumlah PTN dan PTS dibuktikan oleh Kota Pontianak yang memiliki jumlah PTN dan PTS tertinggi, sedangkan Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Kayong Utara tidak memiliki PTN maupun PTS, sehingga mengakibatkan timpang tindihnya sebaran PTN dan PTS di Kalimantan Barat. Oleh karena itu, Pemerintah Kalimantan Barat mengkaji kebutuhan ideal jumlah PTN/PTS dan kapasitas wilayah untuk menampung populasi yang bertambah, serta memastikan bahwa pembangunan PTN/PTS tidak terkonsentrasi di satu/dua wilayah tertentu untuk mengurangi tekanan urbanisasi pada wilayah tersebut.
PENGELOMPOKAN KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2023 BERDASARKAN FAKTOR KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN EKONOMI KEPENDUDUKAN Adiarsa Pramudita, Shara; Putra, Ade Ryan Isaiah; Adisty, Hilda; Wardhana, Nessa Ayu; Oktavia Rahmadani Aksa; Riefky, Muhammad
EVOKASI: Jurnal Kajian Administrasi dan Sosial Terapan Vol. 4 No. 1 (2025): EVOKASI
Publisher : Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/evokasi.v4i1.2331

Abstract

The level of community welfare, viewed from both social and economic perspectives, reflects the overall living conditions in a region. Factors such as social dynamics, economic structure, and environmental conditions play a crucial role. As the second most populous province in Indonesia, East Java faces challenges in improving the well-being of its residents, especially given the diverse characteristics of its regions in terms of employment opportunities, education, and demographic composition. This study aims to classify the second-level administrative regions (kabupaten/kota) in East Java in 2023 based on indicators of social and economic welfare. The research utilizes secondary data sourced from the 2023 publication of BPS East Java, including indicators such as Life Expectancy, Open Unemployment Rate, Average Years of Schooling, Poverty Rate, and Labor Force Participation Rate. K-Means Clustering analysis is employed in the study. The results reveal that the second-level regions in East Java in 2023 can be grouped into three clusters: Cluster 1 represents moderately developed regions (6 members), Cluster 2 includes less developed regions (12 members), and Cluster 3 consists of the most developed regions (20 members). These findings indicate disparities in welfare levels across clusters, providing a valuable reference for policymakers to formulate region-specific development strategies and achieve targeted development goals in East Java by 2023.