Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penduduk sebagai indikator perkembangan wilayah di Kota Surakarta menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan meliputi jumlah penduduk, jarak antar kecamatan, serta pola distribusi spasialnya. Perhitungan potensi penduduk dilakukan dengan rumus matematis, diikuti dengan analisis persentase potensi penduduk guna menentukan daerah prioritas pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Laweyan memiliki potensi penduduk tertinggi (100%), diikuti oleh Serengan (75%) dan Pasar Kliwon (34%). Kecamatan dengan potensi penduduk tinggi cenderung memiliki tingkat interaksi yang lebih besar serta aksesibilitas yang lebih baik, sehingga menjadi pusat aktivitas sosial dan ekonomi. Sebaliknya, kecamatan dengan potensi penduduk lebih rendah, seperti Jebres (26%) dan Banjarsari (29%), lebih cocok untuk pengembangan sektor yang memerlukan lahan luas, seperti pertanian. Peta kontur potensi penduduk menunjukkan bahwa daerah dengan garis kontur rapat memiliki tingkat interaksi yang lebih tinggi, menjadikannya prioritas utama dalam perencanaan pembangunan sektor jasa, industri, dan perdagangan. Penelitian ini menegaskan bahwa analisis potensi penduduk dapat menjadi dasar strategis dalam menentukan lokasi fasilitas umum, infrastruktur, dan sektor ekonomi yang sesuai, guna mendukung pembangunan berkelanjutan dan pemerataan pertumbuhan wilayah.
Copyrights © 2025