Pembiayaan dalam penataan kembali permukiman kumuh di perkotaan menjadi salah satu tantangan besar. Keterbatasan anggaran milik pemerintah serta kemampuan ekonomi masyarakat penghuni yang tergolong rendah, perlu didukung dengan skema pembiayaan yang inklusif. Di sisi lain, terdapat berbagai potensi sumber pembiayaan alternatif yang belum optimal karena kurangnya integrasi antar pemangku kepentingan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana inovasi skema pembiayaan kolaboratif dalam penataan kawasan permukiman kumuh di Kampung Mojo menjadi permukiman yang layak huni. Pendekatan penelitian ini Adalah kualitatif dengan metode studi kasus melalui pengumpulan data berupa observasi, studi dokumen, dan wawancara. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan tiga tahap: 1) mengidentifikasi proses penataan permukiman kumuh; 2) menganalisis proses kolaboratif dalam pembiayaan penataan permukiman kumuh; 3) menganalisis kekuatan dan kelemahan skema pembiayaan kolaboratif dalam mendukung keberlanjutan penataan permukiman kumuh. Hasil temuan studi adalah kebaharuan penerapan inovasi skema pembiayaan kolaboratif mampu mengakselerasi proses penataan permukiman kumuh dengan kompleksitas kepemilikan lahan dan mendorong penataan yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025