Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Tingkat Kesiapan Masyarakat Kelurahan Laweyan dalam Program Kampung Iklim Hapsari, Ditya Putri; Kusumastuti, Kusumastuti; Mukaromah, Hakimatul
REKSABUMI Vol 3 No 2 (2024): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/Reksabumi.v3i2.9656.2024

Abstract

Memasuki abad ke-21, isu terkait pemanasan global yang memicu perubahan iklim telah menjadi masalah yang dianggap serius di berbagai negara. Indonesia berupaya untuk mendorong keterlibatan seluruh komponen masyarakat dalam kegiatan dan aksi terkait iklim, salah satunya adalah program nasional yang disebut Proklim (program kampung iklim). Keberhasilan program bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sumber daya yang diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesiapan masyarakat terhadap program kampung iklim. Metodologi yang digunakan adalah dengan melakukan pemeringkatan berdasarkan Community readiness Model (CRM). Proses pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, observasi, wawancara, dan studi pustaka. Dari hasil analisis, diperoleh skor kesiapan masyarakat dalam program kampung iklim sebesar 4,08 dan masuk dalam level pemantapan. Sementara itu, ketua memperoleh skor 4,12 dan masuk dalam level konfirmasi/perluasan.
ANALISIS PENGARUH KOMPOSISI GUNA LAHAN TERHADAP KINERJA JALAN DI JALAN YOS SUDARSO DAN JALAN BRIGJEN SUDIARTO KOTA SURAKARTA Innasia, Syafa Putri; Andini, Isti; Mukaromah, Hakimatul
Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v24i1.7613.1-16

Abstract

Jalan Yos Sudarso dan Jalan Brigjen Sudiarto merupakan jalan kolektor sekunder yang merupakan akses penghubung Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Wonogiri. Penggunaan lahan di sekitar kedua ruas jalan tersebut terdiri dari bangunan yang padat dan beragam sehingga potensi pergerakan kedua ruas jalan tersebut juga tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh penggunaan lahan terhadap kinerja jalan di Jalan Yos Sudarso dan Jalan Brigjen Sudiarto Kota Surakarta. Temuan dari penelitian ini adalah kawasan penelitian memiliki intensitas pemanfaatan lahan sebesar 49,07% yang tergolong sedang dan kompleksitas penggunaan lahan yang tergolong tinggi. Nilai kinerja jalan yang dihasilkan pun tergolong sedang hingga sangat tinggi karena termasuk klasifikasi B hingga F. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penggunaan lahan di ruas Jalan Yos Sudarso dan Jalan Brigjen Sudiarto terhadap kinerja jalan yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan adanya potensi aktivitas pada suatu lahan yang bervariasi akan membangkitkan sejumlah arus lalu lintas. Perbedaan waktu juga menunjukkan adanya tingkat aktivitas guna lahan yang dihasilkan dimana pada hari kerja volume meningkat dan nilai kinerja jalan lebih tinggi sedangkan pada hari libur volume menurun dan nilai kinerja jalan lebih rendah.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN PERMUKIMAN SEHAT DAN HIJAU DI RW 01, KELURAHAN MOJO, KOTA SURAKARTA Widodo, Candraningratri Ekaputri; Rahayu, Murtanti Jani; Rini, Erma Fitria; Astuti, Winny; Andini, Isti; Mukaromah, Hakimatul; Rahayu, Paramita; Permana, Raden Chrisna Trie Hadi; Pujantiyo, Bambang
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v5i2.18470

Abstract

Setiap individu pasti menginginkan tinggal di lingkungan yang bersih dan alami. Memiliki lingkungan tempat tinggal yang sehat memiliki banyak manfaat positif, seperti mendukung kesehatan fisik dan mental penghuni, mengurangi risiko kecelakaan dan bencana, mendorong produktivitas, dan membuat lingkungan terlihat indah secara visual. Menurut World Health Organization (WHO), terdapat beberapa syarat untuk memiliki lingkungan sehat, seperti udara bersih, iklim yang stabil, pasokan air yang memadai, sanitasi yang baik, penggunaan bahan kimia yang aman, perlindungan dari radiasi, lingkungan kerja yang aman, pertanian yang berkelanjutan, kota yang mendukung kesehatan, dan pelestarian alam. Mewujudkan permukiman sehat dan alami di kawasan perkotaan memiliki tantangan tersendiri karena kepadatan penduduk, pembangunan yang sudah ada, dan dampak urbanisasi. Tantangan yang sama dihadapi oleh RW 01 Kelurahan Mojo, di Kota Surakarta, yang yang merupakan kawasan yang ditata dengan konsep peremajaan dan konsoldasi lahan. Dalam upaya untuk menciptakan kesadaran dan inisiatif masyarakat di RW 01 Kelurahan Mojo untuk menciptakan lingkungan sehat dan alamiah, dilakukan kegiatan sosialisasi permukiman sehat dan kegiatan penanaman pohon bersama. Harapannya, upaya ini dapat menjadi contoh baik bagi permukiman perkotaan lain di Indonesia.
PENILAIAN PERUBAHAN KONDISI EKONOMI PASCA PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH DI RW 01 KELURAHAN MOJO KOTA SURAKARTA Sembai, Frans Obed; Mukaromah, Hakimatul; Andini, Isti
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 10 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sarana dan prasarana yang terbangun setelah penataan permukiman kumuh dilakukan dan mengidentifikasi perubahan kondisi ekonomi sebelum dan sesudah penataan serta menganalisis peran sarana dan prasarana fisik dalam perubahan ekonomi pada masyarakat RW 01 Kelurahan Mojo Kota Surakarta. Analisis pada penelitian ini didukung oleh metode kualitatif dan metide kuantitatif . Metode Kualitatif dilakukan guna menganalisis sarana fisik yang terbangun dalam program penataan serta menganalisis peran sarana fisik dalam perubahan kondisi ekonomi dan metode kuantitatif untuk menganalisis perubahan kondisi ekonomi sebelum dan sesudah penataan permukiman. Menurut perhitungan paired sample t-test menggunakan program SPSS, kondisi ekonomi masyarakat di wilayah RW 01 Kelurahan Mojo mengalami perubahan. Hasil menunjukkan bahwa beberapa elemen kondisi memiliki tingkat signifikan dan tidak signifikan. Kondisi pekerjaan dan aset kendaraan, serta kondisi pendapatan, tabungan, dan kredit, dapat menunjukkan hasil yang signifikan. Hipotesis menyatakan bahwa nilai yang tidak signifikan menunjukkan bahwa tidak ada perubahan yang terjadi. Namun, berdasarkan observasi, nilai yang tidak signifikan tetap menunjukkan adanya perubahan, tetapi perubahan tersebut tidak memenuhi syarat untuk signifikan karena nilai perbandingan perubahan untuk setiap elemen kondisi hanya sedikit.
Pengembangan Wisata Berkelanjutan Melalui Penghijauan Sarana Penunjang Wisata di Desa Sumberdodol Kabupaten Magetan Andini, Isti; Rahayu, Paramita; Mukaromah, Hakimatul; Rahayu, Murtanti Jani
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/s519gg80

Abstract

Pariwisata merupakan magnet yang meningkatkan aktivitas manusia pada tapak atraksi. Pada banyak kasus, perkembangan pariwisata berdampak pada penurunan kualitas lingkungan alami. Pembangunan sarana pada atraksi wisata berarti merubah tutupan lahan dari tutupan non-terbangun menjadi terbangun yang menurunkan kemampuan tapak untuk menyerap air dan mempertahankan kualitas udara dan suhu. Oleh karena itu, upaya penghijauan diperlukan dalam pengembangan wisata yang berkelanjutan. Desa Sumberdodol merupakan salah satu desa di Kabupaten Magetan yang dikembangkan menjadi salah satu desa wisata melalui pengembangan Smart Fisheries Village. Terdapat beberapa atraksi yang ditawarkan dengan lokasi yang cukup berdekatan. Hal ini mendorong dibangunnya lokasi kantong parkir dengan luas yang cukup besar. Kondisi saat ini, kantong parkir tersebut belum memiliki penghijauan yang cukup terutama pada jalur pedestrian. Melalui kegiatan pengabdian yaitu penghijauan pada sarana pendukung atraksi wisata tersebut, diharapkan perwujudan wisata berkelanjutan di Desa Sumberdodol dapat terwujud. Pengabdian ini akan menjadi kontribusi langsung dari Universitas Sebelas Maret melalui Pusat Inforamsi dan Pengembangan Wilayah yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
Peran Organisasi Berbasis Masyarakat dalam Inovasi Keberlanjutan Komunitas UMKM Menuju Kota Cerdas Astuti, Winny; Permana, Chrisna Tri Hadi; Mukaromah, Hakimatul
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 20, No 4 (2024): JPWK Volume 20 No. 4 December 2024
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v20i4.59301

Abstract

Perwujudan Kota Cerdas di Indonesia sangat bergantung pada partisipasi aktif dari masyarakat. Kota Cerdas merupakan sebuah konsep yang mendorong pada penerapan berbagai teknologi dalam memudahkan dan mendukung aktivitas pembangunan yang dilakukan oleh stakeholder terutama yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi, sosial, lingkungan dan tata kelola. Organisasi Berbasis Masyarakat (OBM) memiliki peran penting dalam memfasilitasi program dan kegiatan Kota Cerdas yang melibatkan partisipasi, tindakan kolektif, dan pemberdayaan masyarakat. OBM berfungsi membangun komunitas yang meningkatkan kekuatan negosiasi dalam pengambilan keputusan dan memperluas akses informasi dan jaringan. OBM dalam konteks ini termasuk organisasi profesi, pedagang, kelompok usaha, kelompok budayawan, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kajian empiris tentang peran OBM dalam mendorong perwujudan Kota Cerdas berbasis masyarakat, dengan fokus pada pengembangan Komunitas UMKM di 4 Kampung Kreatif di Kota Surakarta: Laweyan, Sondakan, Potrojayan, dan Kauman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan focus group discussion (FGD) melibatkan perwakilan OBM, perwakilan pemerintah daerah, dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di keempat lokasi studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran OBM dominan dalam menginisiasi inovasi dan teknologi sekaligus sebagai wadah pertukaran pengetahuan, mediator transfer teknologi dan inovasi ramah lingkungan. Namun, tingkat dominasi OBM berbeda-beda di setiap lokasi, dipengaruhi oleh dukungan dan kepercayaan dari lembaga formal di atasnya.
Kesesuaian Kampung Batik Laweyan sebagai Klaster Industri Kreatif Ditinjau dari Keterkaitan Spasial dan Fungsional Safitri, Afinda Nurul; Aliyah, Istijabatul; Mukaromah, Hakimatul
REKSABUMI Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/Reksabumi.v4i1.11012.2025

Abstract

The tradition of batik making that grows in villages has given rise to the phenomenon of batik villages. Kampung Batik Laweyan is one of the batik centers in Surakarta City that has existed since 1546. Starting from the understanding that the cluster approach is a solution to increase the competitiveness of the batik creative industry, by taking the study location in Kampung Batik Laweyan, this study aims to determine the suitability of Kampung Batik Laweyan as a creative cluster industry. This research was conducted using quantitative methods, by using scoring analysis techniques. Data were collected through field observations, interviews, and questionnaires. The results of the study showed that Kampung Batik Laweyan has a score of 1 and is classified as quite suitable as a creative cluster industry. The strength of Kampung Batik Laweyan is in the inter-industry linkages and cooperation with external institutions. Meanwhile, the factor that needs to be improved is internal cooperation between batik industries. Based on these findings, it is hoped that closer cooperation can be established between batik industries in Kampung Batik Laweyan, which can be initiated by the community or city government.
Creative Kampong and the Promotion of Sustainable Development Knowledge in Urban Grassroots: The Case of Surakarta Permana, Chrisna Trie Hadi; Mukaromah, Hakimatul; Astuti, Winny
Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol. 15 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v15i2.9891

Abstract

As the global trend is going into circular economy paradigm. The trend encourages business entities to focus on the production of durable, efficient, and reusable commodities to promote sustainable development. On the demand side, the market also gradually adjusts its preferences to commodities with sustainability values. With limited scale of capital, networks, and technology, Small and Medium Enterprises (SMEs) are usually lagged behind in catching new knowledge, especially those exchanged internationally. Sustainability, which is as an important knowledge under the circular economy trend, has caused serious problem for SMEs because those unable to catch the knowledge will be incompetent to serve the new market preferences and vulnerable to survive. Urban planning practices introduce the business district as one of spatial concepts to mediate the problem. It encourages enterprises with business linkages to locate next to each other and share activities and facilities. In Indonesia, the creative kampong is a local translation of business district concept, which emerges as a national hype. This research aims at studying the empirical case of the creative kampong and its knowledge transfer effectiveness for SMEs. By using the logic of Actor Network Theory (ANT) and focusing on the case study of four creative kampongs in Surakarta, we unravel the level of understanding of SMEs towards sustainability. Our data are based on stakeholder interviews and documentary reviews. The findings reveal that the majority of SMEs were understand of sustainability, and the creative kampong provided a significant contribution to ease the transfer knowledge process.
Persepsi Pengguna Layanan Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta, Batik Trans Solo, dan Trans Jogja Muryanti, Muryanti; E.W, Candraningratri; Mukaromah, Hakimatul; Pradana Putri, Erika
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v19i1.45593

Abstract

AbstractBus Rapid Transit (BRT) is a vital mode of transportation for urban communities. This study aims to determine the perceptions of TransJakarta, TransJogja, and Batik Trans Solo service users. The theory used to analyze is the risk society put forward by Ulrich Beck. The research method employed is a mixed-methods approach, involving the distribution of questionnaires to bus users, either in printed or online (Google Form) format, as well as conducting observations and interviews with respondents representing various categories. The results of the study showed that the perceptions that emerged related to the use of BRT include, the use of BRT has comfort, security, easy payment with various methods, route/lane coverage, large bus capacity, and a definite bus frequency or schedule. In its development, public transportation needs to innovate, so as to attract users. Some innovations that can be done include: repairing and comforting bus stops, improving the quality of the bus fleet, adding routes, making facilities friendly to the disabled, increasing operational hours at night, sterilizing BRT lanes, improving the BRT lane information system in real-time, adding fleets to shorten waiting times, improving the BRT lane information system in real-time and increasing the friendliness and caution of drivers in driving the fleet. BRT users are part of a society at risk related to the use of technology in driving, the emergence of congestion, accidents, and environmental pollution. This is done to minimize the risks caused by technology by innovating and prioritizing safety for all parties, both drivers and users.AbstrakPenggunaan Bus Rapid Transit (BRT) menjadi bagian penting sebagai transportasi public bagi masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik dan persepsi pengguna layanan TransJakarta, TransJogja dan Batik Trans Solo. Teori yang digunakan untuk menganalisis yaitu Masyarakat resiko yang dikemukana oleh Ulrich Beck, bahwa Masyarakat pengguna transportasi public tersebut merupakan bagian dari masyarakat resiko dengan berbagai macam keuntungan serta kerugian penggunaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah mix methode, dengan melakukan observasi, wawancara serta menyebar kuisioner kepada pengguna bus, dengan kuisioner cetak yang diberikan secara langsung atau pun melalui pengisian melalui google form. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi yang muncul terkait dengan penggunaan BRT diantaranya, penggunaan BRT memiliki kenyamanan, keamanan, mudahnya pembayaran dengan metode bervariasi, jangkauan rute/ jalur, kapasitas tampungan bus yang banyak serta frekuensi atau jadwal bus yang sudah pasti. Dalam perkembangannya, transportasi publik perlu melakukan inovasi, sehingga menarik masyarakat untuk menggunakannya. Beberapa inovasi yang dilakukan diantaranya: perbaikan halte, peningkatan kualitas armada bus, penambahan rute, membuat sarana ramah difabel, penambahan waktu operasional di malam hari, sterilisasi jalur BRT, peningkatan sistem informasi jalur BRT secara real time, peningkatan fasilitas untuk kenyamanan di halte, penambahan armada untuk memperpendek waktu tunggu, peningkatan sistem informasi jalur BRT secara real time, peningkatan fasilitas ramah difabel, keramahan dan kehati-hatian pengemudi dalam mengemudikan armada. Pengguna BRT ini merupakan bagian dari masyrakat beresiko terkait dengan penggunaan teknologi dalam berkendara, munculnya kemacetan, kecelakaan dan polusi lingkungan. Hal yang dilakukan untuk meminimalkan resiko dengan melakukan inovasi serta mengutamakan keselamatan bagi semua pihak, baik pengemudi atau pengguna.
Spatial Upgrading of Riverbank Slums Towards Sustainability of Watershed Infrastructure Mukaromah, Hakimatul; Permana, Chrisna T; Sa'adah, Zumrotus
Geoplanning: Journal of Geomatics and Planning Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/geoplanning.12.2.187-196

Abstract

Due to limited land availability, riverbanks are frequently the preferred location for the establishment of slums or squatters. The expansion of these areas can diminish the capacity and sustainability of urban drainage system. It is envisaged that the upgrading of slum settlements on riverbanks will not only enhance livelihood levels but also contribute to the watershed's sustainability as primary drainage. The research study area is Kampong Mojo, a pilot project for slum upgrading along the Bengawan Solo River. This article seeks to determine how slum upgrading and infrastructure can contribute to the sustainability of the Bengawan Solo watershed’s supporting infrastructure. In this study, qualitative and spatial analysis were utilized, with data support provided by field observations, interviews, and document research. Furthermore, data and information will be analyzed in three stages: (1) mapping the land use change of infrastructure and settlement along the river; (2). identification of settlement riverside upgrading models; and (3). analyzing the relevance of settlement planning on the sustainability of the watershed infrastructure. The findings of this study indicate that, for a river to function optimally as a primary drainage and flood control system, it is essential to promote the development of watershed-supporting infrastructure by strategically structuring land use along the river and enhancing the community’s capacities. This study highlights the significance of an integrated approach to slum management, thereby facilitating the government's capacity to implement more inclusive and sustainable riverbank management.