Dusun Genurid di Desa Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang memiliki potensi sumber daya alam berupa jagung yang dipanen setiap tahun. Salah satu pelaku usaha di dusun tersebut telah mengolah jagung menjadi nasi jagung yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Namun, pengembangan usaha masih menghadapi kendala pada aspek pengelolaan keuangan, khususnya belum diterapkannya pembukuan usaha yang sederhana dan sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku usaha dalam melakukan pencatatan keuangan sederhana. Metode pelaksanaan meliputi observasi, sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan pembukuan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya pembukuan serta kemampuan dalam mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha secara teratur. Pendampingan ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan keuangan yang lebih tertib dan mendorong keberlanjutan usaha olahan jagung berbasis potensi lokal.
Copyrights © 2026