Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengelolaan kualitas dan ketersediaan air pada budidaya ikan patin. Mitra kegiatan adalah Kelompok Tani Perikanan Sejahtera di Desa Pulau Gadang. Sebelum program dilaksanakan, kualitas air kolam tidak termonitor secara rutin dengan fluktuasi pH antara 5,2–8,4 dan suhu 26–33°C. Keterbatasan air pada musim kemarau menyebabkan peningkatan biaya operasional pengairan hingga ±30% akibat penggunaan pompa berbahan bakar. Kondisi tersebut berdampak pada tingkat kematian ikan sebelum panen sebesar 20–25%. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pemasangan sumur bor dan pompa air tenaga surya, instalasi sistem monitoring kualitas air berbasis IoT dengan sensor pH dan suhu, pelatihan teknis, serta evaluasi. Setelah implementasi, kualitas air menjadi lebih stabil dengan pH terjaga pada kisaran 6,5–7,5 dan suhu 27–30°C. Biaya operasional pengairan menurun sekitar 35% karena penggunaan energi surya. Tingkat kematian ikan sebelum panen turun menjadi 8–10%. Selain itu, pemahaman mitra meningkat dari nilai pre-test rata-rata 55% menjadi post-test 85%. Hasil tersebut menunjukkan peningkatan efisiensi budidaya, penurunan biaya operasional, serta stabilitas kualitas air yang terukur. Integrasi teknologi IoT dan energi terbarukan terbukti efektif dan berpotensi direplikasi pada wilayah budidaya perikanan lainnya.
Copyrights © 2026