Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha pengolahan nilam menjadi minyak nilam di Desa Lowian Satu, Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling atau sampel jenuh yang diambil sebanyak jumlah populasi pemilik usaha penyulingan minyak nilam yaitu sebanyak 4 responden. Metode analisis data menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis kelayakan finansial menggunakan beberapa indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), Benefit Cost Ratio (BCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha penyulingan minyak nilam layak secara finansial. Nilai NPV menunjukkan angka positif, IRR lebih tinggi dari tingkat diskonto (10%), payback period kurang dari umur proyek (5 tahun), dan nilai BCR lebih dari 1. Biaya investasi awal rata-rata sebesar Rp120.000.000, sedangkan pendapatan bersih tahunan (net cash flow) mencapai Rp350.400.000. Usaha ini juga membuka peluang pendapatan tambahan melalui penyewaan alat suling dan keuntungan dari penjualan hasil olahan. Dengan demikian, usaha pengolahan nilam menjadi minyak nilam di Desa Lowian Satu dinilai layak untuk dikembangkan karena dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan agroindustri lokal.
Copyrights © 2026