Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana lahan pertanian di Kota Bitung mampu mencukupi kebutuhan konsumsi pangan jagung masyarakat, dengan menggunakan pendekatan perhitungan Indeks Daya Dukung Lahan (DDL). Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari BPS dan Dinas Ketahanan Pangan, mencakup luas panen, produktivitas, jumlah penduduk, dan tingkat konsumsi jagung dari tahun 2020 hingga 2024. Metode analisis dilakukan dengan membandingkan jumlah produksi jagung dengan kebutuhan fisik minimum masyarakat berdasarkan konsumsi per kapita per tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Bitung mengalami surplus pangan jagung (nilai DDL > 1) selama lima tahun terakhir. Nilai tertinggi terjadi pada tahun 2020, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2023 akibat menurunnya luas panen. Meskipun secara umum ketersediaan jagung mencukupi, fluktuasi data menunjukkan bahwa daya dukung lahan belum sepenuhnya stabil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kota Bitung masih memiliki kemampuan lahan pertanian yang cukup untuk menunjang kebutuhan pangan jagung masyarakat. Namun, untuk menjamin keberlanjutan, dibutuhkan strategi seperti perlindungan lahan pertanian, peningkatan produktivitas, dan optimalisasi indeks panen agar ketahanan pangan tetap terjaga di masa depan.
Copyrights © 2026