Pendidikan informal merupakan ruang pembelajaran yang berkontribusi penting terhadap pembentukan karakter, penguatan keterampilan hidup, dan pewarisan nilai sosial, terutama ketika sistem pendidikan formal masih menghadapi persoalan akses dan ketimpangan mutu. Meskipun demikian, karakter pendidikan informal yang fleksibel dan tidak terstruktur menghadirkan tantangan tersendiri dalam menjaga mutu secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran modal sosial keluarga dan komunitas sebagai basis pengendalian mutu pendidikan informal, mengevaluasi relevansinya sebagai pelengkap mekanisme formal, serta merumuskan implikasi kebijakan yang menempatkan keluarga dan komunitas sebagai penjaga mutu utama. Objek penelitian difokuskan pada praktik pendidikan informal yang berlangsung dalam lingkungan keluarga dan komunitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur melalui analisis tematik terhadap publikasi ilmiah dan dokumen kebijakan lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa mutu pendidikan informal lebih banyak dijaga melalui relasi sosial yang hidup, di mana jaringan sosial mendukung keberlanjutan proses belajar, nilai dan kepercayaan membentuk landasan etis, serta kontrol sosial komunitas berfungsi sebagai mekanisme penjaminan mutu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan modal sosial keluarga dan komunitas menjadi strategi penting dalam membangun pengendalian mutu pendidikan informal yang kontekstual, adaptif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026