Media sosial merupakan salah satu medium eksistensi yang meningkatkan interaksi antara konsumen dan brand yang dapat menjadi faktor penting untuk posisi pasar (Bilro et al., 2022). Dengan seiringnya perkembangan beragamnya pengguna media sosial di Indonesia yang mencapai 97,8% dari total populasi berdasarkan data We Are Social, penting untuk menganalisis alasan penggunaan Instagram oleh UMKM fashion berkelanjutan Ealsmore dibandingkan dengan media sosial lain seperti Tiktok dan Facebook. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) serta observasi daring terhadap aktivitas semua media sosial yang dimiliki Ealsmore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram masih menjadi platform yang paling efektif dalam penyebaran informasi dan keterjangkauan audiens. Berdasarkan hasil observasi, TikTok memperoleh total 7.833 penonton, dengan 7.587 di antaranya merupakan penonton baru, namun belum menunjukkan konsistensi interaksi dan konversi. Sementara itu, Facebook belum menunjukkan data yang signifikan sebagai media promosi. Sebaliknya, Instagram menunjukkan performa yang lebih stabil dengan capaian akun (account reach) sebesar 35 akun per bulan, yang selaras dengan karakter audiens dan Positioning Ealsmore sebagai brand fashion berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa Instagram masih menjadi media strategis bagi UMKM fashion berkelanjutan dalam membangun komunikasi brand yang informatif dan memperkuat citra pasar melalui pengembangan konten yang relevan dan edukatif.
Copyrights © 2026