Penelitian ini mengkaji pengaruh penggunaan teknologi blockchain terhadap kepercayaan konsumen dalam rantai pasok pangan di Indonesia, dengan mempertimbangkan peran keamanan produk pangan, risiko sosial, dan kepercayaan kepada pemangku kepentingan sebagai variabel mediasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis pemodelan persamaan struktural berbasis varians, hasil menunjukkan bahwa blockchain secara signifikan meningkatkan persepsi keamanan produk serta kepercayaan terhadap aktor dalam rantai pasok, namun tidak berpengaruh langsung terhadap persepsi risiko sosial. Temuan ini memperkaya pemahaman teoritis mengenai mekanisme mediasi dalam adopsi teknologi digital di sektor pangan dan menegaskan bahwa keberhasilan implementasi teknologi sangat bergantung pada integrasi aspek teknis dan sosial. Secara praktis, hasil penelitian memberikan arahan strategis bagi pemerintah dan pelaku industri dalam mengembangkan sistem pangan yang lebih transparan, aman, dan dapat dipercaya, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia.
Copyrights © 2026