Meningkatnya kasus pemalsuan ijazah dan kebocoran data akademik di perguruan tinggi Indonesia menunjukkan masih lemahnya sistem pengelolaan dan perlindungan data akademik. Digitalisasi layanan akademik yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas justru menghadirkan tantangan baru terkait keamanan data, keabsahan dokumen, serta kepercayaan publik terhadap kredensial pendidikan. Teknologi blockchain muncul sebagai solusi potensial karena karakteristiknya yang terdesentralisasi, transparan, dan tidak dapat dimanipulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi penerapan teknologi blockchain dalam menjamin keamanan dan keabsahan data akademik di perguruan tinggi Indonesia, serta mengidentifikasi tantangan implementasinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blockchain dipersepsikan mampu meningkatkan keamanan data akademik, keaslian dokumen, dan kepercayaan publik melalui mekanisme verifikasi berbasis kriptografi dan pencatatan data yang tidak dapat diubah. Namun, implementasinya menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan infrastruktur teknologi, tingginya biaya implementasi dan operasional, serta rendahnya kesiapan sumber daya manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan blockchain di pendidikan tinggi memerlukan pendekatan bertahap, penguatan kapasitas SDM, dukungan kebijakan, dan kolaborasi lintas institusi.
Copyrights © 2026