Pangan merupakan kebutuhan utama manusia yang melibatkan banyak hal dalam pemenuhannya. Ketahanan pangan menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan nasional karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat dan stabilitas sosial ekonomi. Tiga aspek penting dalam ketahanan pangan yaitu ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan. Asosiasi Kelompok Wanita Tani (KWT) memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan khususnya dalam perannya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan pertukaran pengetahuan kepada anggotanya. Kegiatan peningkatan kemampuan Wanita tani yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat Universitas AKPRIND Indonesia yang terdiri dari 5 (lima) personil dari prodi Teknik Kimia dan Statistik menitik beratkan pada pelaksanaan pelatihan pembuatan pupuk organik dalam rangka menjaga ketersediaan pangan, pengolahan kedelai lokal serta pemanfaatan ampas kedelai menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dalam rangka memenuhi aspek akses pangan dan pemanfaatan pangan. Tolok ukur kesuksesan kegiatan dapat dilihat dari banyaknya peserta yang hadir, tumbuhnya beberapa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai aplikasi pelatihan yang telah diperoleh, serta kerjasama yang berkelanjutan antara Perguruan Tinggi (dalam hal ini adalah Universitas AKPRIND Indonesia) dengan mitra sebagai salah satu stake holder.
Copyrights © 2026