Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) adalah tanaman legum yang termasuk dalam keluarga Fabaceae dan memiliki nilai ekonomi. Produksi kacang tanah di Indonesia dan Riau masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Upaya untuk meningkatkan produktivitas kacang tanah meliputi penggunaan pupuk organik dari kompos tandan kosong (TKKS) dan kalsium yang sesuai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan interaksi antara penggunaan kompos TKKS dan kalsium, faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan kompos TKKS dan kalsium, serta mengidentifikasi kombinasi terbaik antara dosis kompos TKKS dan kalsium untuk pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RAL). Faktor pertama adalah dosis kompos TKKS yang terdiri dari 3 tingkat, yaitu: T0 = 0 ton/ha, T1 = 6 ton/ha, dan T2 = 12 ton/ha, sedangkan faktor kedua adalah dosis kalsium yang terdiri dari 4 tingkat: Ca0 = 0 kg/ha, Ca1 = 100 kg/ha, Ca2 = 200 kg/ha, dan Ca3 = 300 kg/ha. Dari dua faktor tersebut, diperoleh 12 kombinasi perlakuan dan masing-masing diulang 3 kali untuk mendapatkan 36 unit eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara aplikasi kompos TKKS dan kalsium tidak memiliki efek signifikan pada semua parameter. Aplikasi kompos TKKS dan kalsium dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah sampel per tanaman, berat polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, berat biji per petak, berat biji per tanaman, dan berat 100 biji. Kombinasi perlakuan kompos TKKS pada dosis 12 ton/ha dan kalsium dengan dosis 300 kg/ha merupakan kombinasi perlakuan terbaik.
Copyrights © 2025