Rasio Eosinofil-Monosit (REM) telah digunakan sebagai marker untuk menilai hubungan inflamasi dengan derajat penyakit pada berbagai kondisi seperti stroke iskemik akut, gagal jantung, dan Grave’s disease, namun belum pernah dilakukan pada infeksi virus dengue (IVD). Eosinophil dan monosit berperan dalam patogenesis IVD dan terdapat laporan bahwa jumlah monosit berbanding terbalik dengan jumlah eosinophil pada kondisi inflamasi. Di sisi yang lain, platelet dan hematokrit merupakan bagian dari marker derajat penyakit pada IVD. Semakin berat derajat IVD semakin tinggi hematokrit dan semakin rendah platelet. Berdasarkan hal tersebut, penelitian mengenai REM dan penyusun REM yang dikaitkan dengan platelet dan hematokrit perlu dilakukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui korelasi antara monosit dengan hematokrit, sel esoinofil dengan hematokrit dan platelet, dan REM dengan hematokrit dan platelet pada IVD anak. Metode penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan di RS PKU Muhammadiyah Sampangan Surakarta dari Desember 2023-2024 terhadap populasi pasien IVD di bawah 15 tahun, sesuai kriteria IVD WHO 2009, dan terkonfirmasi melalui tes antibodi anti-dengue. Pasien dengan riwayat gangguan homeostasis, komorbid, riwayat vaksinasi dengue, alergi, malignansi, kecacingan, atau sedang mengalami infeksi lainnya dikecualikan dari penelitian. Berdasarkan rumus besar sampel untuk uji korelasi Pearson menggunakan transformasi Fisher’s Z didapatkan jumlah sampel sebanyak 50. Analisis monosit, eosinofil, REM, hematokrit, dan platelet dilakukan menggunakan Hematology Analyzer. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat korelasi antara monosit dengan Hct (r = 0,361, p = 0,001), namun tidak ada korelasi yang signifikan secara statistik antara eosinophil dan REM dengan platelet dan hematokrit. Kesimpulan menunjukkan monosit berpotensi sebagai indikator derajat keparahan IVD, namun tidak dengan eosinofil dan REM.
Copyrights © 2026