Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit komorbid utama pada pasien Tuberkulosis (TB) paru yang dapat mempersulit penatalaksanaan dan memperburuk prognosis. Pasien dengan DMT2 dapat meningkatkan risiko 2 hingga 3 kali lipat terkena penyakit TB aktif daripada pasien tanpa DMT2. Sehingga, penting untuk mengetahui karakteristik pasien DMT2 dengan TB paru untuk memahami mekanisme interaksi kedua penyakit tersebut dengan lebih lanjut. Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien DMT2 dengan TB paru pada periode Januari 2021 hingga Januari 2025 di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya. Metode: Penelitian bersifat deskriptif retrospektif dengan pengambilan data dari rekam medis pasien rawat inap DMT2 dengan diagnosis TB paru di RSPAL Dr. Ramelan Surabaya periode Januari 2021 – Januari 2025. Total 187 pasien yang memenuhi kriteria inklusi berdasarkan usia, diagnosis dan hasil pemeriksaan penunjang (HbA1c, GDP, TCM, BTA dan Rontgen Thoraks). Hasil: Sebagian besar pasien berjenis kelamin laki-laki (59,8%) dan berusia lebih dari 60 tahun (42,3%). Sebanyak 56% pasien menunjukkan kadar HbA1c ≥7% dan 100% memiliki kadar gula darah puasa ≥126 mg/dL. Pada pemeriksaan TCM sebanyak 52% pasien memliki hasil positif dan 41,7% pasien memiliki hasil BTA positif. Pada pemeriksaan radiologis, 88,7% pasien menunjukkan gambaran radiologis khas TB aktif. Kesimpulan: Pasien DMT2 dengan TB paru di RSPAL Dr. Ramelan umumnya adalah laki-laki dengan usia lebih dari 60 tahun serta memiliki kontrol glikemik buruk. Kata kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Tuberkulosis Paru
Copyrights © 2026