Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengurangi tingkat defect serta waste pada proses packing tepung 25 kg di PT. XY menggunakan pendekatan DMAIC dan 5S. Permasalahan utama yang ditemukan adalah tingginya cacat produk berupa lolos label, berat tidak sesuai, gagal jahit, dan karung sobek. Data dikumpulkan melalui observasi langsung selama satu shift pada mesin automatic 1–9 dengan total produksi 26.671 karung dan 493 defect. Hasil analisis menunjukkan defect terbesar adalah lolos label sebesar 41%. Perhitungan DPMO menghasilkan nilai rata-rata 4.591 dengan level sigma 4,16 yang mengindikasikan proses belum sepenuhnya stabil. Analisis Pareto dan fishbone mengidentifikasi penyebab dominan berasal dari faktor manusia, mesin, metode, material, dan lingkungan. Usulan perbaikan difokuskan pada peningkatan inspeksi, preventive maintenance, standarisasi SOP, serta penerapan 5S melalui penataan area kerja, pembersihan rutin, dan peningkatan disiplin operator. Implementasi rekomendasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, stabilitas proses, serta kualitas produk secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026