Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran gaya komunikasi pengasuh dalam mendukung proses pengasuhan anak usia dini, khususnya dalam membentuk perilaku, emosi, dan kualitas interaksi anak di lingkungan pendidikan nonformal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya komunikasi pengasuh dalam pengasuhan siswa di Taska Al-Fikh Orchard Perda serta faktor-faktor yang memengaruhi konsistensi penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi selama proses pengasuhan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi pengasuh cenderung bersifat fluktuatif, dipengaruhi oleh kondisi emosional, beban kerja, dan tingkat pengalaman pengasuh. Pola komunikasi yang digunakan meliputi penggunaan suara tinggi, instruksi langsung, serta pendekatan komunikasi yang lebih lembut dan responsif. Ketidakkonsistenan gaya komunikasi tersebut berdampak pada respon anak, mulai dari kepatuhan yang didorong oleh rasa takut hingga munculnya ikatan positif ketika komunikasi hangat diterapkan. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan antara standar komunikasi yang tercantum dalam pedoman Taska dengan praktik pengasuhan di lapangan, terutama dalam penanganan konflik, pemberian instruksi, dan validasi emosi anak. Penelitian ini mengimplikasikan perlunya penguatan kapasitas pengasuh melalui pelatihan komunikasi positif dan dukungan institusional agar praktik komunikasi yang sesuai dengan prinsip pengasuhan anak usia dini dapat diterapkan secara konsisten.
Copyrights © 2026