Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan holistik dalam perspektif filsafat pendidikan Islam serta implikasinya bagi Pendidikan Agama Islam (PAI) kontemporer dengan fokus pada pengembangan manusia secara menyeluruh. Pendidikan holistik dipahami sebagai pendekatan yang memandang manusia sebagai makhluk utuh yang mengintegrasikan dimensi spiritual, intelektual, emosional, sosial, fisik, dan moral dalam satu kesatuan tauhid. Kajian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) melalui telaah kritis terhadap literatur primer dan sekunder, baik karya klasik seperti Al-Farabi, Ibnu Sina, dan Al-Ghazali, maupun pemikiran kontemporer seperti Al-Attas, Sayyed Hossein Nasr, dan Muhammad Iqbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam menempatkan pendidikan sebagai proses pembentukan insan beradab melalui penyempurnaan diri (takamul al-insān), penyucian jiwa (tazkiyah al-nafs), dan internalisasi nilai adab (ta’dīb). Pendidikan holistik Islam menolak dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum serta menegaskan integrasi wahyu, akal, dan pengalaman sebagai dasar epistemologis pendidikan. Implikasi dari temuan ini bagi PAI menuntut penguatan kurikulum integratif, pengembangan peran guru sebagai murabbi, serta pembentukan budaya sekolah berbasis nilai spiritual dan moral.
Copyrights © 2026