Perkembangan motorik kasar merupakan fondasi penting dalam pembinaan sepak bola usia dini karena menentukan kesiapan anak dalam menguasai keterampilan gerak yang lebih kompleks. Namun, pembinaan di Sekolah Sepak Bola (SSB) sering kali lebih menekankan teknik permainan tanpa asesmen motorik yang terstandar. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan motorik kasar pemain sepak bola U-10 di SSB Kabupaten Malang menggunakan instrumen Test of Gross Motor Development-3 (TGMD-3). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian berjumlah 54 pemain U-10 yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengukuran dilakukan melalui dua subtes TGMD-3, yaitu keterampilan lokomotor dan keterampilan kontrol objek (manipulatif), dengan sistem skoring 1 untuk kriteria terpenuhi dan 0 untuk kriteria tidak terpenuhi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan seluruh peserta (100 persen) berada pada kategori berbakat atau sangat maju berdasarkan klasifikasi norma TGMD-3. Secara rinci, keterampilan lokomotor dan keterampilan kontrol objek berada pada kategori baik hingga sangat baik, dengan variasi skor rata-rata pada setiap jenis keterampilan. Kesimpulannya, kemampuan motorik kasar pemain U-10 di SSB Kabupaten Malang tergolong sangat baik dan mendukung pembinaan teknik sepak bola usia dini secara terarah dan efektif.
Copyrights © 2026