Pengembangan serat alami telah dilakukan secara luas karena serat alami memiliki banyak keunggulan dibandingkan serat sintetis, seperti massa yang lebih ringan, mudah diperoleh, relatif murah, ramah lingkungan, dan melimpah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik serat alami dari pelepah salak yang meliputi komposisi unsur dan lignoselulosanya. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan sebagai tahap awal sehingga diharapkan serat salak dapat digunakan sebagai penguat komposit. Metode pengujian yang digunakan adalah XRF dan Cheson-Datta. Salak dapat dimanfaatkan biji, kulit, dan pelepahnya. Material komposit dengan penguat serat alami, termasuk pelepah salak, dapat diaplikasikan pada komponen bangunan, suku cadang otomotif, dan kerajinan tangan. Serat disintesis dari pelepah salak dan kemudian diolah dengan larutan alkali NaOH 5% untuk menghilangkan kandungan ligninnya. Pengaruh perlakuan alkali pada serat pelepah salak adalah serat memiliki warna yang lebih gelap, bentuk yang lebih teratur, dan diameter yang lebih kecil dibandingkan serat tanpa proses perendaman. Komposisi serat batang salak setelah pengujian dengan XRF (X Ray Fluorescence) mengandung 53,9% CaO, 15,2% MnO, 15% SiO2, dan senyawa lain dalam persentase kecil. Hasil perhitungan lignoselulosa menggunakan metode Chesson-Datta pada serat batang salak menunjukkan bahwa kandungan selulosa adalah 54,89%, kandungan hemiselulosa adalah 15,53% dan kandungan lignin adalah 12,10%. Dengan kandungan selulosa ini, maka serat pelepah salak dari kabupaten Bojonegoro berpeluang untuk menjadi serat penguat komposit dengan sifat mekanis yang baik.
Copyrights © 2026