Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis makna denotatif, konotatif, serta mitos yang terkandung dalam lirik lagu Chaconne milik ENHYPEN menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data penelitian berupa kata, frasa, dan satuan bahasa dalam lirik lagu Chaconne, yang diperoleh melalui teknik dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap pemaknaan, yaitu analisis denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, lirik Chaconne menghadirkan citra-citra konkret seperti ruang gelap, aktivitas menari, pengalaman indrawi, serta konsep kematian dan kutukan. Pada tingkat konotasi, tanda-tanda tersebut mengalami perluasan makna yang merepresentasikan keindahan dalam kehancuran, keterlarutan dalam pengalaman tubuh, serta pembentukan identitas subjek yang afirmatif dan menyimpang dari norma sosial. Pada tingkat mitos, makna-makna konotatif tersebut disintesiskan menjadi ideologi keindahan gelap dan estetika dekadensi, yang menaturalisasi kegelapan, kehancuran, dan kematian sebagai sesuatu yang wajar dan bernilai estetis. Selain itu, lirik lagu Chaconne juga membangun mitos individualisme absolut, yang menempatkan pengalaman personal dan afirmasi diri sebagai pusat makna. Dengan demikian, lirik Chaconne berfungsi sebagai teks budaya populer yang memproduksi dan menormalisasi ideologi tertentu melalui sistem tanda yang berlapis.
Copyrights © 2026