Perkembangan digitalisasi pelayanan publik mendorong Pemerintah Kota Surabaya mengembangkan aplikasi Klampid New Generation (KNG) sebagai inovasi layanan administrasi kependudukan berbasis elektronik. Penelitian ini didasari oleh berbagai kendala implementasi KNG di Kecamatan Wonocolo, seperti gangguan sistem, keterbatasan jam operasional, lambatnya verifikasi, serta rendahnya literasi digital yang berpotensi membentuk persepsi negatif masyarakat terhadap kemanfaatan aplikasi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan populasi 80.034 jiwa dan sampel 100 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Penghitungan angka statistik diolah menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap KNG berada pada kategori baik, dengan kejelasan informasi dan kesesuaian aplikasi dengan kebutuhan sebagai indikator paling dominan. Secara simultan, persepsi masyarakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemanfaatan aplikasi (r = 0,892; R² = 0,796) dilihat melalui lima dimensi yaitu percepatan pekerjaan, peningkatan kinerja, produktivitas, efektivitas, dan kemudahan pekerjaan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan aspek fungsional dan sosialisasi berkelanjutan untuk mengoptimalkan pemanfaatan KNG sebagai instrumen digital pelayanan kependudukan.
Copyrights © 2026