Penelitian ini menganalisis relevansi teori konstruktivisme, khususnya perspektif Jean Piaget, dalam pengembangan pemikiran kritis dalam kurikulum Deep Learning. Pendidikan di abad ke-21 menuntut peserta didik tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga berpikir kritis, reflektif, dan kreatif dalam menyelesaikan masalah dunia nyata. Deep learning, sebagai pendekatan pendidikan, menekankan pemahaman konseptual yang mendalam, pembelajaran yang bermakna, dan kemampuan menghubungkan pengetahuan dengan konteks autentik daripada hafalan mekanis. Namun, dalam praktiknya, implementasi kurikulum Deep learning masih menghadapi tantangan, terutama dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip konstruktivisme seperti pembelajaran berbasis masalah, eksplorasi langsung, dan pemikiran reflektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian perpustakaan dan analisis konten melalui tinjauan buku-buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan yang relevan terkait konstruktivisme dan Deep Learning. Temuan menunjukkan bahwa teori konstruktivisme sangat selaras dengan prinsip-prinsip pembelajaran mendalam, karena keduanya menekankan pembelajaran aktif, perkembangan kognitif dan metakognitif, serta pembentukan pengetahuan yang bermakna melalui pengalaman dan interaksi sosial. Studi ini juga menyoroti bahwa implementasi pembelajaran mendalam yang efektif memerlukan guru untuk bertindak sebagai fasilitator yang memberikan bimbingan, menciptakan lingkungan belajar kolaboratif, dan mendorong kemandirian siswa dalam belajar. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka kerja yang lebih efektif untuk mengintegrasikan teori konstruktivisme ke dalam kurikulum Pembelajaran Mendalam guna meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dan kualitas belajar secara keseluruhan.
Copyrights © 2026