Dalam era digital, kualitas citra memiliki peran penting dalam berbagai bidang seperti fotografi, penginderaan jauh, dan pencitraan medis. Namun, kondisi pencahayaan yang tidak merata dan adanya noise seringkali menurunkan kualitas visual citra. Penelitian ini membandingkan dua metode peningkatan kualitas citra, yaitu Histogram Equalization (HE) dan Adaptive Histogram Equalization (AHE), untuk mengetahui metode yang paling efektif dalam berbagai kondisi pencahayaan. Sebanyak 20 citra digital diuji, mewakili kondisi pencahayaan rendah, terang, dan tidak merata. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik Structural Similarity Index Measure (SSIM) untuk menilai kesamaan antara citra hasil dan citra asli berdasarkan aspek pencahayaan, kontras, dan struktur. Hasil menunjukkan bahwa AHE umumnya memberikan hasil yang lebih baik dengan nilai SSIM yang lebih tinggi, khususnya pada citra dengan pencahayaan tidak merata. Namun, dalam beberapa kasus, HE memberikan hasil yang lebih optimal. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan metode peningkatan kualitas citra perlu mempertimbangkan karakteristik masing-masing gambar.
Copyrights © 2026