Latar belakang: Menopause merupakan proses biologis alami yang dialami oleh setiap wanita dan sering kali disertai dengan perubahan baik secara fisik maupun emosional, yang berpotensi menimbulkan stres dan memengaruhi kesiapan individu dalam menghadapinya. Berdasarkan data WHO tahun 2022, prevalensi menopause secara global tercatat sebesar 38.9%. WHO juga memprediksi bahwa pada tahun 2030, jumlah wanita berusia lebih dari 50 tahun yang mengalami menopause akan mencapai sekitar 1,2 miliar orang. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan kesiapan ibu menghadapi menopause di Desa Batee Iliek, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen Metode: penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu berusia 45-55 tahun di Desa Batee Iliek, teknik pengambilan sampel total sampling yaitu 40 ibu. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner KPDS untuk mengukur stres dan kuesioner kesiapan menopause. Hasil: hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas ibu mengalami stres berat (65%) dan Sebagian berada dalam kategori siap menghadapi menopause (62,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Tingkat stres dengan kesiapan ibu menghadapi menopause (p-value 0,323). Simpulan: Tingkat stres tidak secara langsung memengaruhi kesiapan ibu dalam menghadapi menopause, dan faktor lain seperti pengetahuan, dukungan keluarga, dan sikap positif memiliki peran yang lebih besar.
Copyrights © 2025