Pemanenan merupakan tahapan paling kritis dalam operasional perkebunan kelapa sawit yang secara langsung memengaruhi kuantitas produksi dan kualitas Crude Palm Oil (CPO). Kesalahan dalam manajemen panen, seperti panen buah mentah atau pengutipan brondolan yang tidak bersih, dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan akibat penurunan rendemen minyak dan peningkatan kadar Asam Lemak Bebas (ALB). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan metode pemanenan, sistem penentuan kriteria matang panen, serta efektivitas pengendalian mutu di PT. Sampoerna Agro Tbk. Kegiatan dilaksanakan di Kebun Hikmah Satu, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan pada bulan Juni hingga Juli 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan observasi langsung dan partisipatif di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen panen menerapkan standar operasional prosedur yang ketat, dimulai dari taksasi produksi menggunakan metode Angka Kerapatan Panen (AKP) dengan sensus baris, persiapan alat kerja yang sesuai umur tanaman, hingga pelaksanaan panen dengan prinsip "7 Sapta Panen". Kriteria matang panen didasarkan pada jumlah brondolan lepas, yaitu >5 butir untuk tanaman umur <8 tahun dan >10 butir untuk tanaman umur >8 tahun. Pemeriksaan mutu buah dan mutu ancak dilakukan secara rutin untuk meminimalkan losses. Penerapan sistem panen yang terstandarisasi terbukti efektif menjaga produktivitas dan kualitas hasil panen.
Copyrights © 2025