Permasalahan sampah di Desa Permis, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan masih menjadi isu serius akibat rendahnya kesadaran masyarakat dan ketiadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Untuk mendukung visi desa yang bersih dan agamis, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui Edukasi Gerakan Sedekah Sampah sebagai upaya pengelolaan sampah berbasis nilai sosial dan religius. Metode pengabdian meliputi silaturahmi dengan pemerintah desa, observasi lapangan, edukasi melalui ceramah dan praktik, serta pembentukan tim pengelola di tingkat dusun. Kegiatan edukasi diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari perangkat desa, tokoh agama, perwakilan sekolah, dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman masyarakat tentang konsep sedekah sampah, jenis sampah yang dapat dikelola, serta alur pengelolaannya. Sebanyak 86,7% peserta memahami materi dengan baik dan 73,3% menyatakan kesiapan menjadi penggerak di lingkungan masing-masing. Selain itu, terbentuknya tim pengelola dan adanya pendampingan lanjutan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan program. Disimpulkan bahwa Gerakan Sedekah Sampah efektif meningkatkan kesadaran lingkungan, partisipasi masyarakat, serta memperkuat nilai sosial dan religius dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026