Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Swearing Words in Holy Scriptures: A Pragmatic Study of the Quran Reranta, Redika Cindra; Setiawan, Rifki Hanif; Putri, Elsa Hana Rahma; Safira, Tiara Putri
TEKNOSASTIK Vol 22, No 2 (2024): TEKNOSASTIK
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/ts.v22i2.4521

Abstract

The term "swearing words" refers to diction that is deemed taboo, unpleasant, cursing, and restricted in discourse. However, there is no way to avoid it. It has so existed since the beginning of human spoken communication and continues to this day. The purpose of this paper is to analyze the swearing phrases in one of the holy scriptures, the holy Quran. This was done to determine whether swearing words exist in the sacred place or not. The researchers collected data by reading scripture and noting each indicated verse. The efforts were done three times to measure there was no any single datum which was left. Next, a data selection process was carried out to ensure the accuracy of the data by consulting Al Tabari's Tafseer book. After collecting a large amount of data, the researchers conducted a thorough analysis to determine: 1) the function of swearing words and 2) the origin of swearing phrases as depicted in holy text. The investigation revealed that there are two roles of cursing. According to the findings, the swear words acquired are employed to insult, to curse, and show furious emotions. The second discovery is that swearing words can come from five different sources. The categories are animal, mental, physical, safety, and respectability.Keywords: Swearing words, Holy Scripture, Qur’an. 
DEVELOPMENT OF A FUNDRAISING WEBSITE WITH PAYMENT GATEWAY TO SUPPORT DIGITAL ECONOMY AT LAZISMU Pratama, Yudistira Bagus; Hevitria, Hevitria; Setiawan, Rifki Hanif
Jurnal Pilar Nusa Mandiri Vol. 21 No. 1 (2025): Pilar Nusa Mandiri : Journal of Computing and Information System Publishing Pe
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/pilar.v21i1.5716

Abstract

This study discusses digital-based fundraising and financial services in the management of zakat, infaq, and shadaqah (ZIS). In this process, strategies and data related to distribution, calculation, management, and disbursement of funds often pose challenges. This issue is particularly evident in LAZISMU Bangka Belitung, which has yet to establish a website for large-scale online fundraising and for providing information about its available programs.   Currently, the process of fundraising and ZIS management is still carried out conventionally. Therefore, this study proposes a digital system for LAZISMU that can provide information, manage ZIS, and facilitate digital payments through an integrated payment gateway. This innovation aims to make it easier for the public to fulfill their zakat obligations and access information about the fund distribution programs available at LAZISMU Bangka Belitung. The method used in developing this system is a prototype. The results of the study indicate that the developed system can simplify the process of fundraising and managing ZIS digitally. The implementation of this system is expected to enhance the efficiency of zakat management and have a broader positive impact in supporting communities in need.
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Peningkatan Motivasi Melalui Sosialisasi Bagi Anak Putus Sekolah Di Desa Batu Beriga KURNIA, FENI; Meifinda, Yorenza; Pramesti, Diana; Lathiifah, Iis Juniati; Tohir, Muhamad; Setiawan, Rifki Hanif; nurjanah, nurjanah; Yurdayanti, Yurdayanti; Nabela, Silvio Juliana
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.3780

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi bagi anak putus sekolah untuk melanjutkan sekolah. Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan di Desa Batu Beriga Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah. Program ini dilakukan melalui metode sosialisasi dan diskusi. Target capaian dari program ini peserta memiliki kesadaran mengenai pentingnya peranan pendidikan dan kelanjutan sekolah formal dan non-formal memperoleh pengetahuan baru serta dapat termotivasi untuk melanjutkan pendidikan yang terputus. Berdasarkan hasil pengabdian diperoleh bahwa dari peserta yang hadir, dapat diketahui bahwa mayoritas peserta tidak merasa bangga karena tidak menyelesaikan sekolah yaitu sebesar 67%. Sedangkan jumlah peserta yang tidak ingin melanjutkan sekolah lagi hanya mencapai 17% dari peserta yang hadir sehingga dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan pemaparan internalisasi nilai pendidikan, 83% peserta yang hadir masih ingin melanjutkan sekolah.
EDUKASI GERAKAN SEDEKAH SAMPAH UNTUK MEWUJUDKAN DESA PERMIS YANG BERSIH DAN AGAMIS Setiawan, Rifki Hanif
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v7i1.68827

Abstract

Permasalahan sampah di Desa Permis, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan masih menjadi isu serius akibat rendahnya kesadaran masyarakat dan ketiadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Untuk mendukung visi desa yang bersih dan agamis, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui Edukasi Gerakan Sedekah Sampah sebagai upaya pengelolaan sampah berbasis nilai sosial dan religius. Metode pengabdian meliputi silaturahmi dengan pemerintah desa, observasi lapangan, edukasi melalui ceramah dan praktik, serta pembentukan tim pengelola di tingkat dusun. Kegiatan edukasi diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari perangkat desa, tokoh agama, perwakilan sekolah, dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman masyarakat tentang konsep sedekah sampah, jenis sampah yang dapat dikelola, serta alur pengelolaannya. Sebanyak 86,7% peserta memahami materi dengan baik dan 73,3% menyatakan kesiapan menjadi penggerak di lingkungan masing-masing. Selain itu, terbentuknya tim pengelola dan adanya pendampingan lanjutan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan program. Disimpulkan bahwa Gerakan Sedekah Sampah efektif meningkatkan kesadaran lingkungan, partisipasi masyarakat, serta memperkuat nilai sosial dan religius dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan. 
MODEL KOLABORATIF MAHASISWA-MASYARAKAT DALAM PENGURANGAN SAMPAH LAUT DI PANTAI KERAMAT DESA PERMIS aprilia, della; setiawan, rifki hanif
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v7i1.68813

Abstract

Permasalahan sampah laut di wilayah pesisir merupakan persoalan lingkungan yang bersifat kompleks karena melibatkan aspek perilaku masyarakat, sistem pengelolaan sampah, serta aktivitas ekonomi dan pariwisata. Di Pantai Keramat, Desa Permis, pengelolaan sampah selama ini masih bersifat individual dan tidak terintegrasi, sehingga upaya pembersihan pantai dilakukan secara sporadis dan belum mampu menyelesaikan persoalan sampah laut secara berkelanjutan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai aktor secara aktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan model kolaboratif antara mahasiswa dan masyarakat dalam pengurangan sampah laut melalui pendekatan partisipatif. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) digunakan sebagai kerangka utama untuk menilai keberjalanan kolaborasi, yang ditinjau dari keterlibatan aktor, proses gotong royong, pengambilan keputusan bersama, serta refleksi kolektif. Pelaksanaan kegiatan meliputi perencanaan partisipatif, gotong royong pembersihan pantai, penanaman vegetasi pesisir, serta edukasi lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa model kolaboratif mampu memperbaiki kondisi kebersihan pantai dalam jangka pendek serta meningkatkan pemahaman konseptual masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah pesisir secara kolektif. Model ini berpotensi menjadi strategi pengurangan sampah laut yang berkelanjutan apabila dilaksanakan secara rutin dan terintegrasi dengan sistem pengelolaan sampah desa.