Penetapan Harga Pokok Produksi (HPP) merupakan suatu cara untuk memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam harga pokok produksi. Seperti usaha susu kedelai, biji kedelai merupakan bahan pokok awal dalam mengolah kedelai menjadi susu, namun pada proses pengolahan dan pemasarannya muncul biaya – biaya yang timbul selain bahan pokok tersebut. Ketepatan dalam perhitungan biaya akan menjadi dasar perusahaan dalam menentukan harga jual, ini berhubungan dengan laba yang akan diperoleh dan kelancaran arus kas perusahaan. Melalui pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara kepada pemilik usaha, penelitian ini mengidentifikasi seluruh komponen biaya produksi, baik variabel maupun tetap. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa harga pokok produksi yang dihitung menggunakan metode full costing lebih tinggi dibandingkan metode yang selama ini diterapkan, dengan selisih sebesar Rp Rp. 3.655/bungkus. Perbedaan ini terutama disebabkan belum terhitungnya biaya overhead tetap yang timbul selama proses produksi. Penetapan harga jual produk susu kedelai juga lebih rasional ketika menggunakan metode full costing, dibandingkan dengan metode variable costing karena biaya – biaya yang terhitung lebih terperinci sehingga laba yang diperoleh dari harga jual yang selama ini ditetapkan menjadi dasar penetapan harga jual kedepannya jika usaha tersebut ingin mendapatkan laba yang diinginkan. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan metode full costing memberikan gambaran keuangan yang lebih akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan bisnis jangka panjang yang berkelanjutan bagi usaha susu kedelai dalam menentukan harga jual, menentukan besarnya laba, apalagi jika usaha tersebut ingin berinovasi dalam hal penambahan varian rasa, variasi kemasan maupun pemasaran.
Copyrights © 2026