Partisipasi warga merupakan inti dari ekosistem Smart City yang sukses. Di Kota Tomohon, saluran WhatsApp 'Corong Suara Rakyat' (CSR), yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) Kota Tomohon, telah menjadi penghubung penting antara warga dan pejabat pemerintah daerah.Sayangnya, menjamurnya data teks tidak terstruktur menghadirkan hambatan yang membuat pengategorian manual hampir mustahil dilakukan dan rentan terhadap kekeliruan. Penelitian ini memperkenalkan metode otomatis untuk mengeksplorasi topik keluhan publik dan tren waktu menggunakan model Latent Dirichlet Allocation (LDA). Dengan menggunakan 138 log keluhan sebagai masukan, kami mengembangkan alur pra-pemrosesan (preprocessing pipeline) khusus dengan mengintegrasikan pustaka Sastrawi untuk morfologi bahasa Indonesia dan menormalisasi singkatan dialek lokal.Saya membandingkan model saya menggunakan Coherence Score (Cv) dan menemukan bahwa lima topik memberikan representasi terbaik untuk tema-tema yang bermakna secara semantik. Topik-topik yang dihasilkan menampilkan kelompok yang berbeda: Infrastruktur & Laporan Tidak Valid, Tanggap Darurat (Kebakaran/Bantuan), Pelayanan Publik & Ketertiban, Masalah Air Bersih, dan Urusan Administrasi. Temuan ini menunjukkan bahwa LDA mampu mengubah data mentah menjadi wawasan kebijakan yang dapat ditindaklanjuti, yang memungkinkan pemerintah Tomohon untuk beralih dari pengambilan keputusan yang bersifat reaktif menjadi berbasis data.
Copyrights © 2026