Transformasi digital telah meredefinisi paradigma pemasaran pariwisata global, mendesak destinasi wisata untuk beradaptasi dari metode promosi konvensional menuju ekosistem digital yang terintegrasi dan imersif. Artikel ini menyajikan analisis konseptual yang mendalam dan komprehensif mengenai digitalisasi promosi pariwisata, dengan fokus spesifik pada pemanfaatan teknologi multimedia interaktif di destinasi wisata Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi peran strategis elemen multimedia—termasuk Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), video profil berbasis narasi, dan media sosial—serta merumuskan kerangka kerja konseptual yang menghubungkan stimulus teknologi ini dengan respons perilaku wisatawan melalui mediasi psikologis. Metodologi yang diterapkan adalah tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review) dan sintesis teoretis terhadap studi empiris periode 2020–2025, termasuk integrasi temuan teknis dari Jurnal EduTIK serta data lanskap digital nasional terbaru. Hasil analisis menunjukkan bahwa efektivitas multimedia tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi pada strategi konten yang mampu memicu telepresence dan keterlibatan emosional. Secara spesifik, integrasi storytelling dalam video feature dan penggunaan AR markerless pada situs sejarah terbukti signifikan dalam memperkuat citra destinasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan digitalisasi pariwisata di Indonesia memerlukan sinergi antara kesiapan infrastruktur teknologi, kompetensi sumber daya manusia dalam produksi konten kreatif, dan strategi pemasaran berbasis data yang adaptif terhadap perilaku wisatawan pascapandemi.
Copyrights © 2026