Pemanfaatan tanaman obat di Desa Minaesa, Kabupaten Minahasa Utara, masih dilakukan secara tradisional tanpa mempertimbangkan prinsip perlindungan zat aktif selama proses pengolahan. Teknik pengeringan, perajangan, dan pemanasan yang kurang tepat berpotensi menurunkan stabilitas senyawa bioaktif serta mengurangi manfaat kesehatan dan nilai tambah ekonomi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkenalkan teknik pengolahan tanaman obat yang berorientasi pada perlindungan zat aktif dan peluang usaha lokal. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan melalui observasi dan diskusi awal, penyuluhan interaktif mengenai prinsip stabilitas senyawa aktif, serta demonstrasi praktik sederhana pengolahan bahan herbal. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi partisipatif dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor-faktor yang memengaruhi mutu bahan, kemampuan mempraktikkan teknik dasar pengolahan yang lebih rasional, serta munculnya kesadaran bahwa kualitas proses menjadi fondasi manfaat kesehatan dan potensi ekonomi. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas teknis masyarakat pesisir dalam mengolah tanaman obat secara lebih rasional dan berorientasi mutu.
Copyrights © 2025