Maraknya pinjol ilegal dan rendahnya literasi keuangan digital meningkatkan kerentanan remaja terhadap keputusan berutang yang impulsif dan risiko keamanan data. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program Abdimas berbasis keterampilan keputusan “baca–hitung–cek sebelum klik setuju” dalam meningkatkan literasi keuangan digital, kemampuan deteksi pinjol ilegal, dan perilaku preventif pada remaja. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one-group pretest–posttest. Kegiatan dilaksanakan pada 2 Januari 2026 di Yayasan Rahmatan Lil Alamin JT Cab. Cibubur bekerja sama dengan ASOSIASI DOSEN MUDA INDONESIA(ADMI) dengan 25 peserta remaja. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pretest–posttest yang mengukur pemahaman komponen biaya dan risiko pinjaman, kemampuan menghitung total kewajiban, kemampuan mengenali red flags serta verifikasi legalitas, dan indikator perilaku keamanan digital (OTP, phishing, izin aplikasi), kemudian dianalisis secara deskriptif dan uji beda berpasangan. Hasil menunjukkan peningkatan literasi keuangan digital, peningkatan akurasi deteksi pinjol ilegal, serta penguatan perilaku preventif, terutama kebiasaan mengecek legalitas dan komitmen menjaga keamanan data pribadi. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa model edukasi praktis berbasis simulasi dan checklist dapat direplikasi pada komunitas/sekolah untuk pencegahan pinjol ilegal dan penguatan perlindungan konsumen digital pada remaja. Orisinalitas penelitian terletak pada integrasi literasi pinjol (biaya–risiko–legalitas) dengan literasi keamanan digital dalam satu alur tindakan yang operasional dan dievaluasi secara terukur melalui pretest–posttest pada konteks pengabdian masyarakat.
Copyrights © 2025